KABAR PASAR 13 AGUSTUS: Kalla Perkuat Energi Hijau, RI Tetap Harus Waspada

Berita mengenai penuntasan pendanaan PLTA Merangin dan dampak perang dagang terhadap ekonomi nasional menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Selasa (13/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  07:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai penuntasan pendanaan PLTA Merangin dan dampak perang dagang terhadap ekonomi nasional menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Selasa (13/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Kalla Perkuat Energi Hijau. Kalla Energy, pengembang listrik swasta di bawah konglomerasi Kalla Group, menuntaskan pendanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin, Jambi berkapasitas 350 megawatt melalui kredit sindikasi beberapa bank domestik. (Bisnis Indonesia)

PPh Sektor Migas Direlaksasi. Pemerintah merelaksasi mekanisme pemotongan dan pembayaran pajak penghasilan (PPh) atas pengalihan lain kontraktor berupa uplift atau imbalan lain yang sejenis atau pengalihan kontraktor dari pengalihan participating interest (saham partisipasi). (Bisnis Indonesia)

RI Tetap Harus Waspada. Meski Indonesia diyakini masih aman dari gejolak perang dagang AS-China, tetapi ketegangan dua raksasa ekonomi itu membuat struktur ekonomi nasional sulit berakselerasi. Tidak hanya itu, walau resisten terhadap dampak pelemahan ekonomi akibat perang dagang, ekonomi Indonesia perlu waspada dengan tren shortfall penerimaan pajak. (Bisnis Indonesia)

Pabrikan Ramai-Ramai Pangkas Pekerja. Kelesuan sektor manufaktur menjalar ke bisnis otomotif. Sejumlah pabrikan dari berbagai negara harus memberhentikan ribuan pekerjanya karena kinerja penjualan yang jeblok. (Bisnis Indonesia)

Jalan Terjal Pound Sterling. Mata uang Negeri Ratu Elizabeth terus berjuang dari terpaan ketidakpastian Brexit. Bahkan, pound sterling sempat bergerak mendekati level terendahnya dalam 2 tahun terakhir dan berpotensi mencapai level paritas. (Bisnis Indonesia)

Beban Dana Menggerus Rentabilitas. Kemampuan bank syariah dalam menghasilkan keuntungan atau rentabilitas tergerus oleh kenaikan beban biaya dana akibat pengetatan likuiditas pada semester I/2019. Hal itu disebabkan oleh penurunan rentabilitas pada unit usaha syariah, meskipun bank umum syariah mencatatkan kondisi sebaliknya. (Bisnis Indonesia)

China Berkelit, India & Vietnam Melenggang. Penurunan impor pascapenerapan safeguard produk keramik ubin tidak dirasakan dampaknya. Pelaku mendesak pemerintah untuk memasukkan India dan Vietnam ke daftar pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP). (Bisnis Indonesia)

Bea Masuk Produk Susu Tuai Kritik. Pemerintah harus mewaspadai dampak dari rencana kebijakan pengenaan bea masuk tambahan terhadap produk susu dan olahannya dari Uni Eropa (UE). Wacana tersebut diapungkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, ketika merespons rencana UE memberlakukan bea masuk antisubsidi terhadap produk biodiesel asal Indonesia. (Bisnis Indonesia)

Daya Finansial PLN Jadi Pertimbangan. PT PLN (Persero) meminta pemerintah memperhitungkan kemampuan keuangan BUMN setrum tersebut terkait dengan rencana untuk menaikkan kompensasi ke pelanggan hingga 300% apabila terjadi gangguan kelistrikan. (Bisnis Indonesia)

Pengistimewaan Taksi Daring Jadi Polemik. Keinginan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar taksi daring atau online dapat dikecualikan dari pembatasan kendaraan ganjil genap menuai polemik. Kemenhub disebut seharusnya fokus pada kebijakan transportasi massal di Indonesia. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
plta, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top