Tim Vokasi UI Dampingi Pengembangan UMKM Jamu di Mojokerto

Pendidikan Vokasi UI menggelar program pengembangan produk home industry Jamu Sinom di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  11:16 WIB
Tim Vokasi UI Dampingi Pengembangan UMKM Jamu di Mojokerto
Jamu kunyit asam - Bisnis.com/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia menggelar program pengembangan produk home industry Jamu Sinom di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat pemilik usaha rumahan.

"Program difokuskan pada edukasi tentang strategi bisnis yang sehat, sertifikasi produk serta pendaftaran merek Jamu Sinom Bu Ning," kata Ketua Pengabdi yang juga Dosen Vokasi UI Vindaniar Yuristamanda Putri, seperti dilansir Antara Selasa (13/8/2018).

Dia mengatakan pengabdian masyarakat ini sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, program di Mojokerto tersebut merupakan salah satu bentuk dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tiga dosen dan tiga mahasiswa Vokasi UI untuk mendukung kemajuan para pelaku UMKM.

"Jamu Sinom ini merupakan produk unggulan berbahan dasar kunyit dan asam muda yang saat ini dikelola dengan metode home industry," ujarnya.

Vinda menjelaskan bahwa dari hasil pemetaan permasalahan menunjukkan bahwa pengelola usaha jamu belum memiliki perencanaan matang mengenai strategi bisnis yang akan dilakukan.

"Padahal, potensi usaha produk unggulan daerah sangat diminati tidak hanya di daerah, tetapi juga di kota-kota besar," katanya.

Dia mengatakan kesadaran masyarakat akan khasiat jamu sebagai obat tradisional mulai banyak diminati oleh masyarakat di kota-kota besar. Edukasi tentang strategi bisnis yang sehat menjadi salah satu fokus dalam program ini.

"Ya, kami lakukan pendampingan agar pengusaha ini mampu mencatat keuangan dengan baik, memetakan segmentasi, hingga bagaimana etika bisnis yang sehat," kata Vinda.

Program ini diawali dengan pemberian pelatihan kepada pengusaha, kemudian dilakukan pendampingan terhadap implementasi hasil pelatihan hingga menghasilkan sebuah siklus bisnis yang sehat. Tim juga membantu dalam legalitas seperti sertifikat izin beredar makanan dan minuman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri jamu, Pendidikan Vokasi

Sumber : Antara

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top