Ada Kebakaran Lahan di Kalimantan, Kemenhub Pantau Khusus Bandara Sampit

Kementerian Perhubungan terus memantau kondisi penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyusul kebakaran lahan di wilayah Sampit dan sekitarnya.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  10:59 WIB
Ada Kebakaran Lahan di Kalimantan, Kemenhub Pantau Khusus Bandara Sampit
BISNIS - Ditjen Perhubungan Udara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan terus memantau kondisi penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyusul kebakaran lahan di wilayah Sampit dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti menyatakan sampai kini aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit masih berjalan normal.

Menurutnya, pihaknya terus melakukan koordinasi melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan stakeholder penerbangan lainnya.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di Sampit, dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait sehingga semua tim terkait dapat disiapsiagakan dan segera menginformasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal-hal yang menggangu penerbangan,” katanya dalam siaran pers, Selasa (6/8/2019).

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit Havandi Gusli menjelaskan sempat terjadi keterlambatan penerbangan karena jarak pandang hanya 100 meter yang disebabkan asap. Namun, dia menegaskan kondisi penerbangan masih berjalan normal.

“Memang ada keterlambatan penerbangan, tapi setelah pukul 8 pagi, penerbangan kembali normal dengan jarak pandang hingga di atas 2.000 meter. Untuk saat ini, belum ada maskapai yang membatalkan penerbangannya,” kata Havandi.

Dia menjelaskan kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap kerap terjadi setiap tahun di wilayah Sampit Kalteng.

Untuk mengantisipasi dampak akibat asap telah dilakukan koordinasi yang intensif antara UPBU Bandar Udara H Asan Sampit, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait.

Havandi menambahkan satuan tugas (satgas) BPBD telah mengoperasikan dua unit helikopter untuk kegiatan penanganan asap di wilayah Sampit.

Adapun jenis helikopter yang dioperasikan dengan Type MI-8-MTV-1, Reg UP-MI813 dan UP-MI862.

Titik keberangkatan dari bandara H. Asan menuju daerah yang saat ini mengalami kebakaran lahan untuk dilakukan pemadaman melalui proses Water Bombing seperti wilayah Desa Bagendang Hilir, wilayah Desa Basawang Teluk Sampit, wilayah Desa Mentawa Baru Ketapang, wilayah Desa Sungai Bakau Seruyan Hilir.

Bandar Udara H Asan Sampit  yang memiliki panjang landas pacu 2060 meter x 30 meter dilayani dua maskapai yaitu NamAir rute Sampit-Jakarta PP, Sampit – Surabaya PP, untuk Wings Air melayani rute Sampit, Palangkaya, Pangkalanbun dan Surabaya dengan jadwal penerbangan setiap hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara sampit, kebakaran hutan, sampit

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top