Ini Strategi VIVA Bersaing di Tengah Lesunya Tren Belanja Iklan Televisi

PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) mengandalkan strategi penayangan konten yang relevan dan berkualitas guna menambah basis jangkauan pemirsa, di tengah lesunya tren belanja iklan di media televisi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  15:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) mengandalkan strategi penayangan konten yang relevan dan berkualitas guna menambah basis jangkauan pemirsa, di tengah lesunya tren belanja iklan di media televisi.

Presiden Direktur VIVA Anindya Bakrie menjelaskan, penyajian konten-konten menarik dari yang dapat dinikmati diberbagai platform, diharapkan dapat menjangkau khalayak secara luas dan kedepannya akan terus dikembangkan.

“Sejumlah program yang baru diluncurkan ANTV seperti drama series Fitri, Aisyah, Rahasia Hidup, Ishq Subhan Allah dan Ishq Mein Marjawan, semakin mendapatkan tempat dihati pemirsa setianya,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (1/8/2019).

Berdasarkan data Nielsen pada Juli 2019, beberapa program ANTV menembus 10 besar program serial seluruh stasiun TV FTA di tanah air. Serial Fitri dari pertama kali diluncurkan memperoleh TVR/TVS 2,9%/13,3%, dan serial Aisyah dengan TVR/TVS 3,0%/11,5%.

Menurut Anindya, capaian tersebut mengukuhkan ANTV sebagai stasiun tier-1 FTA dengan TVS 11,5% untuk periode 1—31 Juli 2019.

Selain itu, sambungnya, capaian tersebut ditopang oleh strategi VIVA dalam memadukan TV FTA dengan platform digital. ANTV sendiri telah mengembangkan platform multikanal melalui YouTube seperti Best Pesbuker, Klik Bocah, Klik Misteri. Selain juga web series seperti web series Cek Kontrakan Sebelah, web series Maya dan web series 29 Maret.

Adapun, tvOne menjadi stasiun TV FTA berita dan olahraga #1 di Indonesia juga memperkuat lini programnya dengan menawarkan konten-konten baru, khususnya di bidang olahraga. Sehingga diharapkan tvOne akan tetap menjadi stasiun TV FTA berita dan olahraga pilihan pemirsa.

Saat ini tvOne memiliki program ILC yang tetap menjadi program talkshow #1 di Indonesia dengan TVS 7,5 YTD, untuk memenuhi segmen olahraga sejak 2016 kami telah menayangkan One Pride MMA yang berhasil mencatat TVS 5,7 pada pertandingan Live 27 Juli lalu sementara TVS YTD adalah 4,8. Saat ini 245 “fighters” telah bergabung dengan One Pride MMA.

Guna memperkuat lini konten olahraga tvOne, kata Anindya, perusahaan meluncurkan konten baru yaitu One Prix yang bekerjasama dengan PT One Prix Motor Management. One Prix telah mengelar putaran pertama pada bulan Juli ini, program ini mencatat TVS sebesar 7,3.

Dari sisi digital media, tvOne telah mengembangkan kehadirannya melalui tvOne Connect, berbagai channel di YouTube dan juga bekerjasama dengan maxstream, video.com dan iflix, yang semuanya itu akan memanjakan pemirsanya.

“Program-progam tvOne seperti ILC masih menjadi primadona, selain itu juga One Pride MMA menyedot perhatian terbukti pada Sabtu (27/07) lalu ribuan penonton memadati Tennis Indoor Senayan, sementara One Prix yang telah menyelesikan putaran pertamanya di Tasikmalaya Jawa Barat dan mencatatkan TVS 7.3,”imbuh Anindya.

 Guna melengkapi bisnis TV FTA, VIVA senantiasa mengembangkan bisnis digitalnya melalui PT Visi Media Baru (“VMB”). VMB saat ini telah memiliki portal berita viva.co.id, dan telah meluncurkan dua portal baru yaitu www.jagodangdut.com dan www.100kpj.com. www.jagodangdut.com adalah portal berita yang mengulas informasi terkait dengan perkembangan dunia musik dangdut, para seniman dangdut.

“Portal-portal baru ini tentunya akan memperkuat VIVA Group dalam ranah digital media dimana ANTV dan tvOne masing-masing juga sudah memiliki platform digital” pungkas Anindya.

Terkait dengan kinerja keuangan semester I/2019, VIVA membukukan perbaikan kinerja pada kuartal 2 2019 ini dimana pendapatan kuartal II/2019 mencapai Rp594,6 miliar dibandingkan dengan pendapatan kuartal I/2019 yang sebesar Rp522,9 miliar atau tumbuh 14%.

 Pertumbuhan pendapatan tersebut meningkatkan EBITDA yang tumbuh 20% dari Rp25,6 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp30,7 miliar pada kuartal II/2019.

“Kedepannya, kami juga akan mengembangkan konten-konten secara in-house dan joint production yang hak kepemilikan intelektualnya dimiliki perusahaan sehingga konten-konten tersebut dapat dimonetisasi diberbagai platform yang kami miliki,” tambah Anindya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
viva

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top