Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Nilai Produksi Kelapa Indonesia di Atas Rp50 Triliun

Studi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menunjukkan komoditas kelapa dalam negeri memiliki potensi ekonomi senilai Rp50,2 triliun apabila produktivitas per hektare (ha) lahan dapat meningkat sampai tiga kali lipat.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  18:48 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA Studi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menunjukkan komoditas kelapa dalam negeri memiliki potensi produksi senilai Rp50,2 triliun apabila produktivitas per hektare (ha) lahan dapat meningkat sampai tiga kali lipat.

Kepala Sub Direktorat Tanaman Kelapa dan Palma Lain Unggul Ametung menjelaskan sepanjang 2017, produksi kelapa nasional tercatat berjumlah 2,87 juta ton setara kopra di lahan dengan luas total 3,6 juta ha.

Tingkat produksi itu pun masih terbilang rendah. Sebagai negara dengan luas kebun kelapa terbesar di dunia, produktivitas kelapa nasional baru mencapai 1,1 ton/ha.

"Potensi ekonomi bisa meningkat Rp34,3 triliun apabila produktivitas mencapai 3,5 ton/ha," tutur Unggul dalam diskusi di kantor Kadin pada Selasa (30/7/2019).

Sebagai salah satu komoditas unggulan asli Tanah Air, nilai transaksi dari produksi kelapa pada 2017 lalu mencapai Rp15,78 triliun. Angka tersebut menempatkan kelapa di urutan kelima sebagai komoditas dengan nilai produksi terbesar setelah kelapa sawit, karet, kakao, dan tebu. 

Nilai produksi kelapa bahkan melampaui komoditas kopi yang pada 2017 lalu tercatat senilai Rp13,37 triliun.

Guna mendorong produktivitas dan kemandirian, salah satu upaya yang diambil pemerintah adalah lewat kelembagaan pelaku usaha hulu, mengingat 99 persen kebun kelapa diolah oleh petani rakyat. 

"Petani masih kesulitan modal untuk sarana produksi, belum lagi kondisi tanaman yang kurang produktif dan lahan yang berkurang karena umur tanaman yang tua," sambung Unggul.

Ia menyebutkan kelembagaan ekonomi ini bakal membuat produksi menjadi lebih efisien lewat tata hubungan kerja sama yang menghubungkan pelaku usaha hulu sampai ke hilir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan kelapa
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top