6 Hektare Lahan Perbenihan Padi di Kuwiran Tergusur Proyek Tol

Desa Kuwiran menjadi salah satu akses proyek jalan tol Solo—Jogja. Di sana akan dibangun simpang di jalan Solo—Semarang kawasan barat Mapolsek Banyudono.
Akhmad Ludiyanto
Akhmad Ludiyanto - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  09:01 WIB
6 Hektare Lahan Perbenihan Padi di Kuwiran Tergusur Proyek Tol
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, BOYOLALI— Lahan pembenihan padi seluas 6 hektare di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah bakal terkena dampak pembangunan jalan tol Solo—Jogja.

Desa Kuwiran menjadi salah satu akses tol Solo—Jogja. Di sana akan dibangun simpang di jalan Solo—Semarang kawasan barat Mapolsek Banyudono.

Di kawasan ini terdapat 6 ha lahan pembenihan padi milik Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Banyudono di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Lima hektare berada di sisi selatan dan 1 ha berada di sisi utara Jalan Solo—Semarang.

Koordinator KBTPH Banyudono, Suwarto, mengatakan bahwa hasil panen padi pada kedua lahan ini diolah menjadi benih padi untuk menyuplai kebutuhan benih petani rakyat di Banyudono dan sekitarnya serta perusahaan pertanian.

“Lahan pembenihan ini kalau panen menghasilkan sekitar 5 [ton]—6 ton gabah basah per hektare yang kemudian dikeringkan menjadi benih sekitar 4 ton per hektare. Biasanya benih dibeli masyarakat Banyudono dan sekitarnya, bahkan sampai ke Colomadu,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Senin (29/7/2019).

Jika lahan ini sebagian atau semuanya terkena proyek jalan tol Solo—Jogja, produksi benih KBTPH Banyudono akan berkurang atau malah tidak ada sama sekali. Soal lahan pengganti atau rencana relokasi, Suwarto mengatakan bahwa sampai dengan saat ini dirinya belum mengetahui.

Suwarto mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari atasannya mengenai rencana pembangunan tol yang akan mengenai lahan tersebut. “Sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari atasan kami yang berkantor di Solo. Jadi, apakah nanti ada relokasi atau lahan pengganti kami tidak tahu. Kami di sini kan hanya koordinator yang ikut kebijakan atasan. Bahkan sosialisasi mengenai jalan tol pun kami belum tahu.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, boyolali, tol solo-yogyakarta

Sumber : Solopos.com

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top