Pasar Properti Dinilai Membaik, Pengembang Agresif Luncurkan Produk Baru

Sejumlah pengembang berlomba-lomba meluncurkan produknya memasuki kuartal III/2019 lantaran pasar dinilai sudah mulai membaik sehingga pengembang mulai kembali percaya diri.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  14:42 WIB
Pasar Properti Dinilai Membaik, Pengembang Agresif Luncurkan Produk Baru
Pameran properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pengembang berlomba-lomba meluncurkan produknya memasuki kuartal III/2019 lantaran pasar dinilai sudah mulai membaik sehingga pengembang mulai kembali percaya diri.

Salah satu pengembang yang mulai meluncurkan produknya pada akhir pekan lalu ada PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) yang memperkenalkan produk terbarunya, Vasaka danTeraskita.

Vasaka sendiri merupakan mengembangan superblok sedangkan Teraskita adalah pembangunan perhotelan dan perkantoran.

Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Realty Reza Erlangga Ludwian menjelaskan bahwa dengan proyek terbarunya yang terletak di lokasi yang strategis dan didukung oleh pengembangan infrastruktur dan transportasi massal, investasi properti akan semakin menjanjikan.

“Produk apartemen kami, Vasaka Solterra yang berlokasi di Pejaten, Jakarta Selatan saat ini unit pada tower satu hampir terjual habis dan akan segera dibuka tower kedua.  Untuk Vasaka Nines di BSD Serpong telah terjual sebanyak 72%, dan akan segera dibuka tower kedua pada September 2019,” katanya pada acara IPEX 2019 pada akhir pekan lalu.

Reza manambahkan bahwa properti yang dikembangkan oleh Waskita Realty merupakan produk hunian dan perkantoran yang dibangun di area strategis dan terhubung kepada beragam sarana transportasi.

Selain itu, Waskita Realty juga mengedepankan desain hunian moderen berkonsep smart home.

“Pokoknya, produk hunian Waskita dilengkapi dengan teknologi canggih, tata letak yang multifungsi, serta fasilitas lengkap yang menyesuaikan dengan gaya hidup di era milenial,” katanya.

Sejalan, pengembang properti PT Alamindo Trulynusa (ALSA) justru tak tanggung meluncurkan tiga produk sekaligus berupa klaster hunian dan aarea komersial.

Direktur ALSA Bryan Soedarsono menyebutkan bahwa seiring kepastian politik hasil Pemilu dan Pilpres 2019 serta kembali tumbuhnya keyakinan pasar, kepercayaan diri ALSA mulai tumbuh dan menjadi dasar pendorong peluncuran produk-produk pada akhir pekan lalu.

Tiga produk yang diluncurkan ALSA di antaranya Klaster Sriwijaya yang mengedepankan lingkungan bernuansa resort dan arsitektur bergaya moderen klasik.

“Pengembangan kawasan hunian hijau bernuansa resort belakangan semakin sulit ditemukan di kota-kota metropolitan seperti Jakarta dan Bekasi karena keterbatasan lahan. Nah produk kami ini diharapkan bisa jadi pilihan baru,” papar Bryan.

Adapun, klaster hunian tersebut kata Bryan akan menyasar pasar pembeli kelas menengah dengan mengusung konsep hunian kompak yang luasnya sekitar 34 meter persegi di atas lahan seluas 72 meter persegi dan dibanderol mulai dengan harga Rp480 jutaan.

“Ini bisa jadi pilihan hunian untuk. Karena didesain sebagai rumah tumbuh, di kemudian hari, rumah dapat ditambah 1 kamar lagi dan ruang makan, dapur, atau ruang tamu dapat diperluas, sehingga tidak perlu repot pindah rumah ketika jumlah anggota keluarga bertambah,” imbuhnya.

Sementara lain itu, di lokasi lainnya, Panjibuwono Residence juga menelurkan tipe baru, Jasmine, seluas 36/60 meter persegi dan 36/72 meter persegi yang berlokasi di Cluster Brawijaya dan tipe Zinnia seluas 58/72 meter persegi di Boulevard Panjibuwono.

“Tipe Jasmine baru launching sudah terjual 50%, sedangkan tipe Zinnia baru kami siapkan rumah contohnya untuk menjawab melonjaknya permintaan di area Boulevard,” ungkapnya.

Selain itu, ALSA juga sekaligus merilis 25 unit komersil berupa rumah toko (ruko) dua lantai di area Panjibuwono Square yang akan menjadi sentra kuliner dan tempat berkumpul bagi penghuni Panjibuwono Residence.

“Minimal pengunjung yang datang ke tempat ini bisa mencapai 2.000 orang terutama pada Sabtu – Minggu. Hal ini tentu membuka potensi investasi yang cukup menguntungkan. Apalagi, harga rukonya cukup terjangkau, hanya sekitar Rp500 – 600 jutaan per unit,” tambah Albert Permana, Promotion & Marketing Manager ALSA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, pengembang rumah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top