Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Properti Tak Pengaruhi Perlambatan Penyaluran Kredit

Penyaluran kredit dari sektor perumahan sepanjang 2019 berjalan masih cukup cepat.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  07:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Satu pengembang menyebutkan bahwa penyebab penyaluran kredit perbankan pada Juni 2019 yang hanya bertumbuh 9,92 persen secara year-on-year bukan dari perlambatan sektor properti.

Pertumbuhan kredit pada akhir Juni 2019 tercatat mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 10,75 persen secara tahunan.

Direktur Paramount Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa penyaluran kredit dari sektor perumahan sepanjang 2019 berjalan masih cukup cepat. Hanya saja, katanya, kemungkinan ada beberapa bank yang non-performing loan-nya tinggi sehingga memengaruhi laju penyaluran kreditnya.

“Dari properti mayoritas kan segmen pasarnya kebanyakan dari end user, di pasar itu tidak ada spekulasi. Mereka punya rencana pembayaran sesuai dengan mereka punya kantong, tidak ada dana yang ditahan-tahan,” kata Alvin kepada Bisnis, Rabu (24/7/2019).

Kecuali, kata Alvin, kemungkinan ada hambatan ketika memberi pinjaman pada beberapa program seperti ke generasi milenial, yang bunga, cicilan, atau uang mukanya kecil. “Nah, di situ risikonya besar sekali.”

Alvin menambahkan bahwa hingga saat ini sektor properti tidak menimbulkan masalah atau mengalami perlambatan, justru di sektor ini perbankan memberi portofolio yang cukup kencang.

Apalagi, dengan suku bunga Bank Indonesia yang turun ke 5,75 persen, menurut Alvin, justru akan semakin bagus.

Adapun, kondisi wait and see yang terjadi sepanjang semester pertama 2019 tidak terlalu memengaruhi karena pasar yang banyak diambil pengembang pada masa itu adalah pasar menengah ke bawah yang terus bergerak tanpa hambatan.

Menurutnya, perlambatan penyaluran kredit karena sektor riil yang kurang aktif, bisa jadi karena efek domino.

“Kalau produk industri tidak terserap pasar, kan akhirnya otomatis produksi menurun. Artinya, efektivitas dana yang terpakai pun menurun. Di situ terjadi kemungkinan pinjamannya besar mereka musti bayar bunganya besar,” tutur Alvin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit kredit properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top