Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Produksi, Internusa Keramik Remajakan Mesin

Saat ini kapasitas produksi perseroan telah mencapai 1,2 juta meter persegi per tahun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  05:33 WIB
ilustrasi - Bisnis.com
ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen keramik PT Internusa Keramik Alamasri melakukan peremajaan mesin untuk mengembalikan kapasitas produksi.

Managing Director Internusa Keramik Alamasri Angelica Lie mengatakan peremajaan ini dilakukan untuk efisiensi, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi. Saat ini kapasitas produksi perseroan telah mencapai 1,2 juta meter persegi per tahun.

"Secara bertahap, dengan peremajaan mesin ini, kapasitas penuh kami akan mencapai 6,2 juta meter persegi per tahun," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/7/2019).

Produsen keramik dengan merek Essenza ini sebelumnya menggunakan mesin produksi sekitar 1990 yang berasal dari Italia. Ketika itu, Essenza menjadi satu-satunya yang bisa memproduksi keramik high end berbasis porselen.

Porselen merupakan jenis keramik yang menggunakan bahan baku yang lebih murni dan melalui proses yang lebih panjang dibandingkan dengan keramik biasa. Proses ini menghasilkan jenis keramik yang lebih kuat, tidak mudah bernoda, dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

Pada masa jayanya, PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI), sebagai induk usaha pernah menjadi produsen ubin porselen terbesar di Indonesia dengan merek Essenza dan Inesa. Kapasitas produksi IKAI ketika itu hingga 6,6 juta m2 per tahun.

“Mesin baru mayoritas kami berasal dari Italia. Mesin milling, press, kiln menggunakan teknologi Italia. Hanya mesin polishing and packing yang dari Tiongkok,” kata Angel.

Mesin baru ini menggunakan teknologi terkini sehingga pabrik sudah memanfaatkan teknologi otomatisasi yang dapat meningkatkan efisiensi di pabrik. Ke depannya, perseroan juga akan memasang teknologi recycling heat untuk menghemat pemakaian gas dan lebih ramah lingkungan.

"Untuk menyesuaikan dengan tren pasar terbaru, pabrik kami sudah memasang mesin digital print, bekerja sama dengan partner bisnis yang berpengalaman di bidang desain dan application ink, kami mampu memproduksi granit dengan tren model terkini," kata Angel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri keramik
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top