Tiga Wilayah Survei dan Eksplorasi Panas Bumi Siap Ditawarkan

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM berencana melakukan penawaran tiga wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (WPSPE) untuk panas bumi pada tahun ini dengan total sumber daya sebesar 126 megawatt (MW).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  12:23 WIB
Tiga Wilayah Survei dan Eksplorasi Panas Bumi Siap Ditawarkan
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA--Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM berencana melakukan penawaran tiga wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (WPSPE) untuk panas bumi pada tahun ini dengan total sumber daya sebesar 126 megawatt (MW).

Adapun tiga WPSPE yang akan ditawakan pada tahun ini terdiri dari Pentadio di Gorontalo dengan sumber daya sekitar 25 MW, Sipaholon Ria-Ria di Sumatera Utara 60 MW, dan Lokop di Aceh 41 MW. 

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan pihaknya telah melakukan penawaran delapan WPSPE pada 2018 dan pada awal 2019 sebanyak tiga WSPE. Adapun delapan WPSPE yang ditawarkan pada 2018 memiliki rencana pengembangan total 510 MW dan pada 2019 memiliki total 80 MW. 

Seluruh  WPSPE yang ditawarkan tersebut ditarget beroperasi komersial pada rentang waktu antara 2024 hingga 2028. 

"Ada tiga WPSPE yang tersisa dan belum ditawarkan. Biasanya akan ditawarkan kalau ada yang berminat," katanya kepada Bisnis, Selasa (23/7/2019) malam. 

Menurutnya, masing-masing perusahaan yang berniat mengambil penawaran WPSPE tersebut memiliki waktu selama tiga tahun untuk menyelesaikan eksplorasi. Setelah eksplorasi dilakukan, perusahaan harus memberikan laporan untuk selanjutnya WPSPE menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) yang siap dilelang. 

Selain melelang WPSPE, pada tahun ini Kementerian ESDM juga berencana melelang lima WKP dengan total rencana pengembangan 175 MW. Lima lelang tersebut yakni WKP Lainea di Sulawesi Tenggara dengan sumber daya 66 MW dan rencana pengembangan 20 MW, WKP Sembalun di NTB dengan rencana pengembangan 20 MW dari sumber daya 100 MW, WKP Telaga Ranu di Maluku Utara dengan rencana pengembangan 5 MW dari sumber daya 72 MW, WKP Gunung Wilis di Jawa Timur dengan rencana pengembangan 20 MW dari sumber daya 50 MW, dan WKP Gunung Galunggung di Jawa Barat dengan rencana pengembangan 110 MW dari sumber data 289 MW. 

Sementara itu, penugasan pengembangan WKP Kotamobagu di Sulawesi Utara dengan rencana 80 MW dari sumber daya 185 MW telah diberikan kepada PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
panas bumi, kementerian esdm, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top