Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wow! Pembangunan Nasional 5 Tahun ke Depan Butuh Dana Rp24.214,5 Triliun

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memamerkan kerangka pendanaan pembangunan seturut Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan prediksi sekitar Rp24.214,5 triliun.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  13:13 WIB
Presiden Joko WIdodo (kanan) menerima buku rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko WIdodo (kanan) menerima buku rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memamerkan kerangka pendanaan pembangunan seturut Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan prediksi sekitar Rp24.214,5 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Leonard Tampubolon menyatakan, prediksi pendanaan untuk 7 agenda utama dalam RPJMM 2020-2024 bersumber juga dari belanja kementerian/lembaga, Dana Alokasi Khusus (DAK), juga Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau swasta.

Leonard memprediksi rekapitulasi kebutuhan pendanaan RPJMN 2020-2024 hanya mampu mendanai program 20%-25%. Dia pun mengimbau kementerian dan lembaga untuk menajamkan program prioritasnya yang menggunakan APBN.

"Sesuai arahan presiden ya penggunaan APBN untuk program pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak besar," terang Leonard di Hotel DoubleTree, Rabu (23/7/2019).

Leonard menjabarkan sejumlah rencana pembangunan yang bisa mengandalkan APBN ada tujuh.

Pertama, penyelesaian kawasan pariwisata yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo, dan Wakatobi.

Kedua, pelatihan dan pendidikan vokasi. Ketiga, pembangunan dan penyelesaian Tol Trans Sumatera.

Keempat, pembangunan 10 juta sambungan air minum ke rumah. Kelima, pembangunan waduk multiguna.

Keenam, percepatan penurunan angka kematian ibu hamil dan stunting. Ketujuh, penguatan mitigasi bencana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangunan nasional
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top