Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Sukses UMKM Tekstil yang Menembus Pasar Dunia

Robert Maruli Tua Sianipar (46), ternyata menunjukkan kegigihannya menggeluti usaha bidang tekstil yakni produksi ulos dan songket, kain tradisional Suku Batak, Sumatra Utara sejak 1992. Dalam kurun waktu 27 tahun membangun bisnis dengan 17 orang, sekarang total penenun yang dia bina dalam Rumah Tenun sudah mencapai 180 orang. Kini, Robert makin ditantang untuk memacu produksi menembus pasar dunia.
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (keempat kiri), Ketua Dewan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (tengah) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019)./ANTARA-Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (keempat kiri), Ketua Dewan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (tengah) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kiri) meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019)./ANTARA-Puspa Perwitasari

Menguasai Pasar Singapura dan Malaysia

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini menyatakan jika berkaca dari kondisi global saat ini dan tantangan ekspor ke depan, perlu ada kerja sama global yang kuat antara Indonesia dan negara lain.

“Kita juga harus merombak struktur ekonomi, mereformasi. Tidak bisa kita hanya bicara soal nilai tukar, defisit transaksi berjalan, harus ada yang membuka isu lain,” papar Hendri.

Begitupun dengan upaya penyerapan tenaga kerja untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Hendri mendorong pentingnya meredefinisikan menganggur dengan tidak menganggur. Menurut dia, mengejar pertumbuhan ekonomi 5,2% tahun ini dengan mendorong ekspor non migas masih akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.

“Banyak negara melakukan terobosan dan pendapatan per kapita ada peningkatan. Maka itulah upaya kita melipatgandakan ekonomi kalau produksi tidak ada ya akan selalu begini. Revitalisasi industri jadi solusi,” paparnya.

Peneliti Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Dandy Rafitrandi juga menyebut tantangan kualitas produk UMKM masih mengintai produk ekspor Indonesia. Dia menyebut UMKM belum bisa menjadi solusi jangka pendek mendorong ekspor nonmigas Indonesia.

“Defisit yang ada saat ini masalah struktural dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat sementara UMKM kita kesulitan naik kelas dan banyak masih informal. Jika didorong ekspor pun efeknya tidak sebesar perusahaan besar,” ujar Dandy kepada Bisnis.com.

Dia menambahkan, yang perlu dilakukan jangka dekat adalah memperbaiki kebijakan ekspor dan impor di Indonesia. Hal ini mengingat daya saing produk ekspor UMKM sangat dipertaruhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper