Tahun Depan, Revitalisasi Toba & Rawa Pening Masih Berlanjut

Sejak 2017, Kementerian PUPR memulai revitalisasi 10 danau, yaitu Danau Toba, Maninjau, Kerinci, Jampang, dan Rawa Pening, Limboto, Tondano, Tempe, Poso, dan Sentani.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  05:35 WIB
Tahun Depan, Revitalisasi Toba & Rawa Pening Masih Berlanjut
Nelayan beraktivitas di sekitar karamba budi daya ikan air tawar di Danau Rawa Pening, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat bakal melanjutkan revitalisasi Danau Toba di Sumatra Utara dan Danau Rawa Pening di Jawa Tengah pada 2020 guna mengembalikan fungsi ekosistem danau yang terganggu berbagai aktivitas.

Revitalisasi kedua danau itu juga bakal mendukung pemanfaatan danau sebagai destinasi wisata.

Kepala Bidang Sungai Danau Embung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Naswardi mengatakan bahwa Danau Toba dan Danau Rawa Pening merupakan dua dari 10 danau prioritas yang ditangani menggunakan anggaran tahun jamak. Revitalisasi kedua danau tersebut direncanakan berlanjut pada tahun depan.

"Kami sedang penganggaran, belum final. Kami juga coba mencari loan dari Bank Dunia," ujar Naswardi ketika menjawab pertanyaan Bisnis di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba dan revitalisasi Danau Rawa Pening diusulkan untuk mendapat alokasi anggaran pada 2020. Hal itu tercantum dalam dokumen Kementerian PUPR dalam rapat pembahasan anggaran dengan Komisi V DPR pada Juni 2019.

Selain untuk dua kegiatan tadi, usulan juga mencakup pembayaran ganti rugi pada tegakan pohon proyek strategis nasional dan rehabilitasi embung Tirawan di Kalimantan Selatan. Secara keseluruhan, usulan untuk empat kegiatan mencapai Rp500 miliar.

Naswardi menjelaskan bahwa sejak 2017, Kementerian PUPR memulai revitalisasi 10 danau, yaitu Danau Toba, Maninjau, Kerinci, Jampang, dan Rawa Pening, Limboto, Tondano, Tempe, Poso, dan Sentani.

Secara umum, keberlangsungan 10 danau tersebut terancam akibat berbagai aktivitas seperti okupasi lahan, ekspansi keramba jaring apung, pencemaran air, hingga keberadaan gulma. Akibat yang paling terlihat, luas danau menyusut dan kedalaman danau menjadi dangkal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danau toba, danau, rawapening

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top