Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PP Properti Bidik Penjualan Unit Adriatic Tower Capai 80 Persen

Apartemen Adriatic Tower setinggi 50 lantai yang menjadi salah satu proyek superblok terintegrasi Grand Sagara memiliki 1.040 unit. Apartemen itu sudah dipasarkan sejak Desember 2018.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  06:30 WIB
Gambar rencana pembangunan proyek Grand Sagara di pinggir Jembatan Suramadu sisi Surabaya. - Bisnis
Gambar rencana pembangunan proyek Grand Sagara di pinggir Jembatan Suramadu sisi Surabaya. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT PP Properti Tbk. membidik penjualan unit apartemen Adriatic Tower di Surabaya mencapai 50 persen hingga 80 persen dari capaian hingga saat ini sebesar 30 persen.

Direktur Realti PT PP Properti Tbk. (PPRO) Galih Saksono optmisitis target tersebut bisa dicapai karena pasar properti di Surabaya masih sangat menjanjikan.

“Oleh karena itu, untuk pasar Surabaya dan Malang target marketing sale PPRO sebesar Rp2,50 triliun, sedangkan nasional sebesar Rp4,17 triliun,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (15/7/2019).

Menurut Galih, apartemen Adriatic Tower setinggi 50 lantai yang menjadi salah satu proyek superblok terintegrasi (mixed-use) Grand Sagara memiliki 1.040 unit. Apartemen itu sudah dipasarkan sejak Desember 2018.

 Adriatic Tower dipasarkan dengan harga berkisar Rp380 juta hingga Rp850 juta per unit dengan tipe studio, unit satu kamar tidur dan dua kamar tidur.

Dalam proses membangun proyek, katanya, PPRO menerapkan prinsip cashflow leadership. Dengan demikian, modal yang digunakan untuk berinvestasi di kawasan Grand Sagara relatif jauh lebih kecil dari nilai revenue.

Galih menuturkan bahwa superblok Grand Sagara yang terletak di pinggir Jembatan Suramadu (Surabaya—Madura) dicanangkan menjadi kawasan wisata resor pantai mengikuti jejak kawasan rekreasi Ancol di Jakarta seiring dengan pengembangan infrastruktur, sarana olahraga bertaraf internasional.

Selain itu, di sekitar kawasan Grand Sagara telah dibangun kereta gantung (cable car) yang diinisiasi Pemkot Surabaya untuk mendukung Suramadu  sebagai kawasan wisata bertaraf internasional.

Jalur kereta gantung membentang di sepanjang Pantai Kenjeran Surabaya, diyakini mampu mempercepat terealisasinya kawasan resor pantai itu sekaligus mendorong tumbuhnya bisnis properti berkelas di kawasan tersebut.

“Tahun ini kita berharap ada ledakan penjualan di Grand Sagara, mereka tahu dan tertarik berinvestasi di Grand Sagara,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

superblok jembatan suramadu ppro
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top