Sharp: Pasar Mesin Cuci Satu Tabung Menjanjikan

Penetrasi mesin cuci satu tabung atau full auto di Indonesia belum mencapai level yang tinggi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  18:53 WIB
Sharp: Pasar Mesin Cuci Satu Tabung Menjanjikan
ilustrasi - Sharp

Bisnis.com, KARAWANG – Penetrasi mesin cuci satu tabung atau full auto di Indonesia belum mencapai level yang tinggi. Oleh karena itu, PT Sharp Electronics Indonesia pede untuk menambah lini produksi mesin cuci baru jenis ini.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki pabrik mesin cuci untuk jenis dua tabung dengan kapasitas sekitar 1,1 juta unit per tahun yang terletak di Karawang International Industrial City (KIIC).

Lini produksi mesin cuci yang baru berkapasitas sebesar 400.000 unit per tahun untuk tipe satu tabung atau full auto washing machine.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, mengatakan perseroan memutuskan menambah investasi di Indonesia senilai Rp40 miliar untuk produksi mesin cuci full auto karena pangsa pasar perseroan untuk produk ini masih kecil. Selain itu, angka penetrasi jenis mesin cuci masih rendah di Indonesia.

"Penetrasi mesin cuci 2 tabung di masyarakat sudah cukup tinggi, sekitar 60%-70%, sedangkan 1 tabung di bawah 20%. Ke depan kami meyakini masyarakat akan beralih ke satu tabung, kompetitor pun juga belum banyak yang main ke sana," ujarnya dalam konferensi pers peresmian lini produksi mesin cuci baru Sharp Indonesia di Karawang, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, penambahan kapasitas mesin cuci ini juga tak lepas dari beban kurs apabila perseroan terus mengimpor dari pabrik yang berada di Thailand. Terlebih, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sering mengalami fluktuasi.

Sharp Indonesia juga berkomitmen kepada Sharp Corporation dengan perluasan pabrik ini pangsa pasar mesin cuci di pasar dalam negeri akan meningkat. Data terbaru, Sharp mencatatkan market share sebesar 25,1% di pasar domestik.

"Dengan tambahan ini bisa naik jadi 29%-30%," katanya.

Selain memperbesar pangsa pasar domestik, Sharp Indonesia juga membidik kenaikan ekspor dengan tambahan kapasitas sebesar 400.000 unit mesin cuci full auto ini.

Saat ini, porsi ekspor keseluruhan produk Sharp Indonesia baru sekitar 3% dan akhir tahun ini diharapkan naik menjadi 5%-10%. Pada 2021, porsi ekspor ditargetkan mencapai 30%. Negara tujuan ekspor Sharp Indonesia antara lain negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
elektronik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top