Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Indra Karya Gandeng India Garap Pasar Asia & Afrika

PT Indra Karya (Persero) menjalin komitmen bisnis strategis dengan BUMN asal India Wapcos Limited untuk bersama-sama memperluas cakupan bisnis di Asia-Afrika.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  12:00 WIB
Direktur Utama PT Indra Karya Milfan Rantawi. - IndraKarya.co.id
Direktur Utama PT Indra Karya Milfan Rantawi. - IndraKarya.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indra Karya (Persero) menjalin komitmen bisnis strategis dengan BUMN asal India Wapcos Limited untuk bersama-sama memperluas cakupan bisnis di Asia-Afrika.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan bahwa saat ini Indra Karya dan Wapcos turut memperkuat hubungan antara Indonesia - India dengan menjalin hubungan bisnis sebagai mitra strategis pada beberapa proyek-proyek pengembangan sumber daya air (PSDA) di Indonesia.

"Kami memenuhi undangan dari Wapcos Limited sebagai delegasi dari Indonesia, kami sebagai BUMN bersinergi menjalin kerja sama sebagai mitra strategis," ujar Milfan.

Saat ini peluang pasar Asia - Afrika terbuka lebar, dengan 47 delegasi yang hadir ini diharapkan hubungan bisnis BUMN antarnegara di bidang pengembangan sumberdaya air dan infrastruktur ini dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bisnis antarnegara, terutama Indonesia - India.

Pertemuan ini juga membuka peluang bagi Indra Karya ke depan untuk melakukan perluasan pasar bersama Wapcos untuk menggarap beberapa proyek di wilayah Asia - Afrika seperti Bangladesh, Ghana, Nepal, dan Papua Nugini.

Saat ini Indra Karya dengan Wapcos menggarap tiga proyek strategis nasional di mana Indra Karya sebagai lead-nya dengan total nilai proyek Rp100 miliar, dengan komposisi presentase untuk Wapcos sekitar 15 persen.

Ke depan, Indra Karya dan Wapcos akan memulai inisiasi penetrasi pasar di Bangladesh, Ghana, dan Papua Nugini.

Masing-masing negara mendapatkan kesempatan untuk presentasi terkait beberapa kerja sama strategis yang saat ini tengah berjalan bersama dua menteri dari pemerintahan India yakni Minister of Ministry Jal Shakti Gov. India (PU - India) Shri Gajendra Singh Shekhawat dan Minister State Ministry Jal Shakti and Ministry Social Justice and Empowerment Shri Rattan Lal Kataria.

Selain itu turut hadir pula pejabat tinggi India lainnya yakni Secretary Minister of Ministry Jal Shakti, Shri U.P Shingh dan salah seorang direksi yakni Chief and Managing Director (CMD) of Wapcos Limited Shri R.K Gupta dalam pertemuan tersebut.

Menteri Gajendra Singh mengatakan Wapcos limited sebagai BUMN India dapat menjalin dan memperkuat kerja sama bisnis antar BUMN lintas negara seperti dengan Indonesia dan negara lainnya sebagai mitra strategis melalui jasa bisnis di bidang air, energi, dan infrastruktur.

Melalui Wapcos, India memperkuat kerja sama bisnis dengan negara-negara sahabat dengan beberapa sektor pada 47 negara Asia - Afrika, seperti Afghanistan, Indonesia, Bhutan, Ghana, Nigeria, Malaysia, Singapura, Bangladesh.

Kerja sama bisnis lintas negara ini tidak lepas dari semangat yang diusung oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menginginkan BUMN bergerak cepat mengantisipasi perubahan dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan pada jasa, demikian ditulis Antara.

Berdasarkan informasi yang tersaji di laman resminya, BUMN PT Indra Karya didirikan pada 1961 dengan aktivitas awal sebagai kontraktor.

Pada 1972 lini bisnis perusahaan yang berkembang secara dinamis dan historitikal ini ditata ulang menjadi konsultan teknik dan manajemen.

Dalam perkembangannya, Indra Karya memusatkan usahanya di bidang pengembangan sumber daya air dan energi.

Keberhasilan dalam mencapai tujuan dalam langkah awal, telah mendorong untuk melakukan perluasan bidang kegiatan lainnya yakni bangunan gedung dan pabrik, transportasi, pemberdayaan masyarakat, perumahan rakyat, sanitasi, air limbah dan drainase, pengembangan wilayah, pengembangan kawasan industri/tertentu sejalan dengan pembangunan Indonesia.

Milfan menjelaskan dalam rencana 5 tahun ke depan PT Indra Karya (Persero) akan melakukan perkuatan dan diversifikasi usaha menjadi konsultan yang diperluas yaitu perluasan bidang usaha sumber daya air dan energi (hulu-tengah-hilir), sehingga menjadi engineering, developer, dan industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Indra Karya
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top