Energi Terbarukan : Pembangkit Tenaga Air Sumbang Kapasitas Terbesar

Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energinya. PLTA dan PLTMH mendominasi bauran pembangkit EBT.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  14:58 WIB
Energi Terbarukan : Pembangkit Tenaga Air Sumbang Kapasitas Terbesar
Teknisi mengoperasikan mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Dago, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini. PLTA yang dikelola oleh PT Indonesia Power itu masih beroperasi mengalirkan listrik untuk warga Bandung dan sekitarnya. - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energinya.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto mengatakan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang mampu dikembangkan dengan kapasitas besar saat ini di Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) maupun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Selain karena potensinya banyak, teknologinya juga relatif lebih sederhana sehingga tidak membutuhkan biaya investasi besar. 

"PLTA lebih murah, selain potensinya banyak dan teknologinya juga relatif sederhana," katanya kepada Bisnis, Minggu (7/7/2019).

Sepanjang periode 2017-2018, ada 74 kontrak EBT yang telah ditandatangani dengan kapasitas total 1.576  Dalam kontrak tersebut, PLTMH mendominasi dari sisi jumlah dan PLTA dari sisi kapasitas.

Penandatangan pembangkit minihidro mencapai 50 kontrak dengan kapasitas total 287,8 MW. Walaupun paling banyak kontraknya, porsi pembangkit minihidro yang ditandatangani tersebut hanya 18,3 persen dari total kapasitas. 

Untuk PLTA, jumlah kontrak yang ditandatangani hanya berjumlah lima. Namun, porsinya mencapai 1.104 MW atau 70,1 persen dari total kapasitas.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, ada 36 pembangkit EBT yang akan beroperasi komersial atau commercial operation date (COD) pada tahun ini. Sebagiannya besarnya juga didominasi pembangkit dengan sumber energi air. 

Setidaknya ada 28 proyek PLTA berkapasitas total 726 MW yang rencananya akan beroperasi pada 2019.

Selain PLTA, pembangkit lain yang akan COD tahun ini adalah satu pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas 72 MW. Lima pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 35 MW juga rencananya akan beroperasi tahun ini. 

Proyek lain yang akan COD tahun ini adalah pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) dan satu pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) berkapasitas masing-masing 0,8 MW dan 3,5 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top