Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembatasan Impor Tembakau Ditunda, Kemenperin : Rekomendasi Tak Diperlukan

Penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no. 84/2017 tentang Pembatasan Impor Tembakau masih ditunda, sesuai arahan Kementerian Koordinator Perekonomian.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 07 Juli 2019  |  20:10 WIB
Buruh tani mengangkat daun tembakau hasil panen di Bolon, Colomadu, Karangayar, Jawa Tengah, Senin (4/9). - ANTARA/Mohammad Ayudha
Buruh tani mengangkat daun tembakau hasil panen di Bolon, Colomadu, Karangayar, Jawa Tengah, Senin (4/9). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no. 84/2017 tentang Pembatasan Impor Tembakau masih ditunda, sesuai arahan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Permendag no. 84/2017 menyatakan pemerintah akan membatasi impor tembakau yang belum diserap industri rokok, tembakau tidak bertangkai, tembakau jenis virginia, jenis burley, jenis oriental, batang tembakau, dan lainnya. Namun, barang penelitian dan pengembangan teknologi tidak dibatasi importasinya.

Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan bahwa penundaan implementasi beleid tersebut menandakan rekomendasi pembatasan impor oleh pemerintah belum diperlukan. Dengan kata lain, belum ada pembatasan impor sampai saat ini.

Namun, Rochim menegaskan pihaknya akan mematuhi Undang-undang no.3/2014 tentang perindustrian. Rochim mengutip pasal 32 yang menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin ketersediaan dan penyakuran sumber daya alam untuk industri dalam negeri.

“Seperti dalam undang-undang tersebut, ketersediaan bahan baku harus dijamin,” ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian 2015, luas areal tanaman tembakau virginia hanya 28.949 hektar, sementara produksinya 38.371 ton atau hanya 19,8 % dari total produksi tembakau nasional.

Sementara itu, tembakau burley hanya memiliki luas areal tanam sebesar 997 Ha, produksinya hanya mencapai 1.417 ton, sedangkan petani lokal hanya mampu menghasilkan tembakau jenis semi oriental.

Peneliti Universitas Indonesia, Abdillah, mengutarakan bahwa tembakau virginia mendominasi impor tembakau yakni sebanyak 83% per tahunnya. Maka dari itu, ujarnya, pengembangan substitusi impor tembakau harus difokuskan pada tembakau virginia dibandingkan dengan tembakau oriental dan burley.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri tembakau
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top