Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tagih Devisa Ekspor SDA, Kemenkeu Gandeng BI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pihaknya melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.98/2019.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  14:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA–Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pihaknya melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.98/2019.

Sri mengatakan melalui kerja sama tersebut DJBC mengindentifikasi arus barang yang diekspor, sedangkan BI melalui perbankan mengindentifikasi arus uang.

"Dalam konteks inilah kita bisa mengidentifikasi nama perusahaan dari jumlah ekspornya dan berapa jumlah devisa yang mereka peroleh," kata Sri, Kamis (4/7/2019).

Seperti diketahui, melalui PMK No. 98/2019 eksportir SDA sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan wajib menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang diperoleh ke dalam rekening khusus DHE SDA.

Sanksi-sanksi yang bisa dikenakan antara lain bagi eksportir yang tidak menempatkan ke dalam rekening khusus DHE SDA dalam jangka waktu setengah bulan pendaftaran pabean ekspor dikenakan denda 0,5%.

Selanjutnya, eksportir yang menggunakan DHE SDA dalam rekening khusus DHE SDA untuk pembayaran bea keluar dan pungutan lain di bidang ekspor, pinjaman, impor dan keuntungan dividen atau keperluan lain dari penanaman modal dikenakan sanksi 0,25%.

Terakhir, eksportir yang tidak membuat escrow account serta tidak memindahkan escrow account di luar negeri pada bank yang melakukan Kegiatan Usaha dalam valuta asing eksportir dikenakan penundaan pelayanan kepabeanan bidang ekspor.

"PMK ini adalah kelanjutan dari keharusan dari eksportir untuk melakukan repatriasi dari devisanya kedalam negeri," ujar Sri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor devisa
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top