Kebun Raya Kendari Semakin Diminati Sebagai Wisata Edukasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan Kebun Raya Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  12:56 WIB
Kebun Raya Kendari Semakin Diminati Sebagai Wisata Edukasi
Ilustrasi - Selayang Pandang kawasan Kebun Raya Kendari, Sulawesi Tenggara, dari atas Bukit. - Bisnis/PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan Kebun Raya Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi keindahan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara. 

“UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya pemenuhan RTH di kawasan perkotaan sebesar 30% dari luas kawasan perkotaan. Pengembangan kebun raya di bawah koordinasi LIPI, sementara Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur,” tuturnya dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Minggu (23/6/2019).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan penataan Kebun Raya Kendari dilakukan bertahap yakni periode 2015-2018. Progres pengerjaan fisik telah selesai 100% dengan total anggaran sebesar Rp39,9 miliar.

"Penataan kedepan dilanjutkan fasilitas gedung konservasi, kantor penelitian, laboratorium, ruang eksibisi, gedung Pusat edukasi, perpustakaan, museum, wisma pengelola, shelter, dan wisma pengelola," kata Mustaba.

Dalam kurun waktu empat tahun, penataan pada tahun pertama, 2015 dimulai dengan penyusunan Detail Engineering Design(DED), pekerjaan struktur gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, taman tematik, camping ground, parkir bus, pagar keliling, dan green house.

Pada 2016 diselesaikan pembangunan fisik gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, camping ground serta pematangan jalan dan penurapan. Biaya pengerjaan fisik bangunan sebesar Rp7,2 miliar oleh kontraktor PT Bachtiar Marpa Prima dan pekerjaan lansekap sebesar Rp4,9 miliar oleh PT Wira Sakti Sembilan Tujuh.

Pada 2017 penataan dilanjutkan dengan pembangunan gedung arboretum, hardscape arboretum, lansdcape visitor center, lansekap kantor pengelola dengan biaya Rp10,7 miliar. 

Pada 2018 dilakukan pembangunan area parkir, drainase, pagar pengaman, talud sisi tebing, Taman ultra basic, tangga, camping ground, gardu pandang, gazebo, pedestarian, dan softcape kawasan. Biaya pembangunan sebesar Rp14,1 miliar dengan kontraktor PT Amon Sultra Mandiri.
 
Kebun Raya Kendari memiliki luas 113 hektare terletak pada kawasan hutan Nanga-Nanga Papalia dan terletak pada hutan lindung 22 hektare dan hutan produksi biasa seluas 96 hektare. Jarak Kebun Raya dari Kota Kendari sejauh 14,4 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Penataan Kebun Raya Kendari menjadi program kerjasama Kementerian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Keberadaannya di bekas lahan penambangan pasir dan batu serta penebangan kayu menjadikan Kebun Raya Kendari memiliki fungsi konservasi dan jasa lingkungan yang tinggi. 


Semenjak berdirinya Kebun Raya Kendari, penambangan serta penebangan secara ilegal berkurang. Kehadiran Kebun Raya Kendari membentuk kondisi lahan yang berupa batuan Ultra Basic dan rusak akibat kegiatan penambangan dan penebangan ilegal perlahan pulih. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisata, kebun raya, Kementerian PUPR

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top