Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Diskon Pajak Manufaktur Ditargetkan Selesai Juli 2019

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut bahwa aturan diskon pajak bagi sejumlah sektor mulai dari mobil listrik, industri padat karya, industri yang menerapkan inovasi penelitian, hingga vokasi bakal rampung pada Juli tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  17:25 WIB
Aturan Diskon Pajak Manufaktur Ditargetkan Selesai Juli 2019
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Istana Merdeka. - Bisnis/ Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut bahwa aturan diskon pajak bagi sejumlah sektor mulai dari mobil listrik, industri padat karya, industri yang menerapkan inovasi penelitian, hingga vokasi bakal rampung pada Juli tahun ini.

"Semua sudah diselesaikan, mobil listrik [peraturan presiden], kemudian PPnBM [pajak penjualan atas barang mewah], kemudian super deduction tax untuk padat karya, vokasi, dan inovasi," katanya di Istana Negara, Senin (24/6/2019).

Menurutnya, draf aturan-aturan tersebut juga sudah mendapatkan persetujuan dari semua menteri sehingga diharapkan dalam satu bulan ke depan yakni Juli 2019 aturan sudah bisa terbit dan bisa segera diimplementasikan.

Skema insentif-insentif tersebut diharapkan dapat kembali memacu perekonomian domestik yang tumbuh stagnan selama beberapa tahun ini. Tak hanya itu, aturan itu juga diyakini dapat menjadi lecutan pertumbuhan bagi industri padat karya di Indonesia.

Dalam catatan Bisnis, tren investasi di sektor padat karya cenderung merosot. Pada 2014, penanaman modal di sektor manufaktur berkontribusi 43% dari total investasi. Namun, sejak 2017, kontribusinya semakin menyusut menjadi 39,7% dan terus mengecil menjadi 30,8% pada tahun lalu.

Tak hanya manufaktur, pelemahan juga terjadi di industri ritel yang ditunjukkan dengan penutupan enam gerai ritel modern milik PT Hero Supermarket Tbk. mulai 28 Juli 2019. Penutupan gerai ritel modern ini mengikuti serangkaian langkah serupa yang sudah dilakukan sejumlah ritel modern dalam dua tahun terakhir.

"Tentu kita lihat lagi, ada beberapa program untuk mendorong lapangan pekerjaan. Kalau itu bisa didorong, maka daya beli masyarakat akan terangkat. Ya tentu kita lihat pembahasan terkait industri padat karya ini supaya bisa terus berkembang. Nah itu persoalannya apa, ini sedang ditangani satu per satu," tekannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PPnBM Super Deductible Tax
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top