Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jembatan Lintas Timur Sumatra Ambrol, Pengusaha Otobus Kritik PUPR

Harapannya, akses tol fungsional Kayu Agung--Terbangi Besar untuk kendaraan penumpang dapat dibuka.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  11:32 WIB
Dua Unit Truk Besar terjebak di tengah Jembatan Way Mesudi KM 174 Lintas Timur Palembang--Lampung yang ambrol. - Bisnis/Istimewa
Dua Unit Truk Besar terjebak di tengah Jembatan Way Mesudi KM 174 Lintas Timur Palembang--Lampung yang ambrol. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha otobus menyayangkan lambatnya penanganan dari pihak otoritas pascaambruknya Jembatan Way Mesudi KM 174 Lintas Timur Palembang--Lampung sehingga menyulitkan pengguna jalan di ruas lintas tersebut.


Harapannya, akses tol fungsional Kayu Agung--Terbangi Besar untuk kendaraan penumpang dapat dibuka.


Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menuturkan, pascaambrolnya Jembatan Way Mesudi KM 174 Lintas Timur Palembang--Lampung pada Minggu (16/6/2019) lalu masih menyulitkan pengguna jalan.


"Yang kami sayangkan PUPR tidak membuka akses pintu tol fungsional Kayu Agung--Terbanggi Besar untuk kendaraan penumpang dari dan ke arah Palembang malah dialihkan melalui jalur lintas tengah KM32 Prabumulih--Muara Enim--Simpang Meo--Batu Raja--Bukit Kemuning--Bandar Jaya yang mana jalur tersebut memutar dan makan waktu normal 4 jam--5 jam," terangnya kepada Bisnis, Rabu (19/6/2019).


Dia menyebut, dengan dialihkannya seluruh kendaraan besar ke jalur ini membuat lalu liintas harian (LHR) menjadi lebih padat ditambah lagi dengan padatnya truk angkutan batu bara yang berkecepatan rendah sehingga LHR relatif macet dan memakan waktu hingga 8 jam.


Dia mengaku  sudah melapor ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar dapat diteruskan ke Kementerian PUPR guna mengaktifkan pintu tol fungsional Kayu Agung--Terbangi Besar supaya khusus kendaraan penumpang dapat melintas jalur tersebut.


"Namun sampai dengan kemarin sore, Dirjen Bina Marga belum dapat mengakomodir permintaan ini, kami harapkan sesegera mungkin dapat di berikan akses untuk angkutan penumpang agar tidak memutar dengan waktu tempuh yang lebih lama tersebut," tuturnya.


Dia menilai perbaikan jembatan pun kelihatannya akan memerlukan waktu yang cukup lama. Sani menyayangkan, kendaraan kecil dan truk kosong diperbolehkan melintas di tol fungsional tersebut sedangkan angkutan umum tidak diizinkan.


"Alasan rambu-rambu, toilet dan penerangan yang belum siap, sebenarnya kan hal ini tinggal pengawasan lebih saja dengan petugas di sana agar kendaraan yang melintas tidak melebihi kecepatan yang di tentukan. Sebenarnya tidak ada rambu pun kendaraan tidak bisa berkecepatan tinggi juga di sana, para pengemudi sudah pasti menyesuaikan," tuturnya.


Kondisi darurat yang memotong jalur aktif lintas timur tersebut katanya, jelas mengganggu pengguna jalan tujuan dari dan menuju Palembang--Jambi--Riau--Sumatra Utara via lintas timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jembatan otobus Kementerian PUPR
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top