LAPORAN DARI TIMOR LESTE: Ke Negara-Negara Ini WIKA Melebarkan Sayap

Dari sekitar Rp60 triliun portofolio raihan kontrak WIKA, sebesar 14% didapat dari luar negeri.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  23:25 WIB
LAPORAN DARI TIMOR LESTE: Ke Negara-Negara Ini WIKA Melebarkan Sayap
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kiri) didampingi Direktur Steve Kosasih memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, OE-CUSSE — Penyelesaian Bandara Internasional Oe-Cusse di Wilayah Administrasi Khusus Oe-Cusse, Timor Leste bukan proyek perdana PT Wijaya Karya Tbk. di negeri yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Sudah 7 tahun BUMN Karya tersebut bercokol di Timor Lorosa’e dan telah banyak proyek yang dikerjakan oleh perusahaan pelat merah yang berkantor pusat di Kawasan Cawang, Jakarta Timur.

“Proyek [Bandara Oe-Cussae] senilai US$120 juta ini merupakan salah satu dari sejumlah proyek kami lainnya di sini sejak 2012. [Bandara] ini proyek terbesar WIKA di Timor Leste,” ujar Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) Tumiyana kepada wartawan Indonesia selepas peresmian Bandara Oe-Cusse oleh Presiden Fransisco Guterres pada Selasa (18/6/2019) petang.

Selain bandara, katanya, proyek lain yang digarap perusahaan adalah pembangkit listrik, jembatan, jalan, dan jetty.

Direktur Operasi III WIKA Destiawan Soewardjono menambahkan sejak berekspansi ke Timor Leste pada 2012 lalu, hingga kini perseroan sudah mengantongi kontrak senilai US$300 juta.

Ekspansi WIKA di negara itu dan raihan kontrak masuk dalam kategori besar.

Menurut Tumiyana, dari sekitar Rp60 triliun portofolio raihan kontrak perusahaan yang dipimpinnya, sebesar 14% didapat dari luar negeri. “Sekitar 11% sampai 12% dari kontrak luar negeri itu berasal dari Timor Leste.”

Ke depan, WIKA tetap membidik proyek lain di negara yang terletak di Pulau Timor itu bergantung pada hasil studi kelayakan dari proyek yang diincar.

Secara keseluruhan, kata Destiawan, Aljazair masih menjadi negara utama proyek yang luar negeri yang dikantongi WIKA dengan pangsa mencapai 50%. Di negara di Kawasan Afrika Utara ini, WIKA telah menyelesaikan proyek jalan tol dan perumahan.

Selebihnya, kontrak diperoleh dari negara-negara seperti Niger (proyek pembangunan istana presiden), Uni Emirat Arab (perumahan), Taiwan (proyek Moda Raya Terpadu dan jembatan bentang panjang), Myanmar (jaringan kereta api/railway), Filipina (jalan tol layang), dan Serawak, Malaysia (jembatan).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wika, kontrak baru

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup