Efek Unjuk Rasa Hong Kong, Investor Properti Angkat Kaki

Goldin Financial Holdings Ltd. memutuskan untuk mundur dari tender pengembangan sebidang tanah di kawasan Kai Tak, Kowloon, senilai 11,1 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan US$1,42 miliar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  15:34 WIB
Efek Unjuk Rasa Hong Kong, Investor Properti Angkat Kaki
Ketegangan kembali memuncak di Hong Kong ketika ratusan pengunjuk rasa mengepung gedung parlemen beberapa jam sebelum anggota parlemen memperdebatkan RUU untuk memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong ke China, 12 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya penolakan masyarakat terhadap rancangan undang-undang ekstradisi yang kontroversial di Hong Kong berdampak panjang. Investor mulai angka kaki untuk meminimalisasi risiko.

Goldin Financial Holdings Ltd. misalnya, yang memutuskan mundur dari tender pengembangan sebidang tanah di kawasan Kai Tak, Kowloon, senilai 11,1 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan US$1,42 miliar.

Dalam laporan kepada Bursa Efek Hong Kong, Goldin telah mengadakan pertemuan dewan mendesak pada Senin (10/6/2019), di mana tiga direktur eksekutif dan tiga direktur independen memilih untuk menarik perusahaan mundur dari tender tersebut.

Para dewan direksi mengutipkan bahwa kontradiksi sosial dan ketidakstabilan ekonomi dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif pada pasar properti komersial Hong Kong.

Direktur Goldin Pan Sutong, di sisi lain, tidak sepakat dengan koleganya. Dia memilih agar perusahaan tetap bergabung dalam tender dan mengatkan bahwa kondisi terkini di kota pelabuhan tersebut tidak akan memberikan dampak jangka panjang terhadap prospek pertumbuhan.

"Saya yakin akuisisi lahan ini akan memberikan dampak sinergi yang signifikan terhadap pengembangan lahan milik Goldin lainnya di lokasi yang berdekatan," ujar Pan seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (12/6/2019).

Gao Min, seorang direktur non-eksekutif, turut menolak keputusan dewan direksi untuk mundur dari tender tersebut. Meski demikian, keputusan akhir dipilih berdasarkan suara mayoritas.

Golding terancam kehilangan deposit senilai 25 juta dolar Hong Kong yang sudah disetor kepada pemerintah setempat.

Pada saat yang sama, otoritas moneter Hong Kong menaikkan suku bunga interbank di tengah ketegangan massa di jalan.

Kota ini bersiap-siap untuk melakukan unjuk rasa dan melanjutkan protes atas undang-undang yang diusulkan yang akan memungkinkan ekstradisi proses hukum ke daratan China.

Perusahaan lokal mengatakan mereka akan menghentikan kegiatan bisnis untuk sementara atau memungkinkan jam kerja yang fleksibel pada hari ini, untuk mengakomodasi pekerja yang berencana turun berdemonstrasi di sekitar lokasi gedung Dewan Legislatif kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, hong kong, bursa hong kong

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top