KABAR PASAR 12 JUNI: Kinerja Kekar Saham Anyar, Suku Bunga Berpeluang Turun

Berita mengenai kinerja harga saham sebagian besar emiten baru serta ruang penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (12/6/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  08:50 WIB
KABAR PASAR 12 JUNI: Kinerja Kekar Saham Anyar, Suku Bunga Berpeluang Turun
suku bunga

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja harga saham sebagian besar emiten baru serta ruang penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (12/6/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Kinerja Kekar Saham Anyar. Performa harga saham sebagian besar emiten baru pada awal tahun ini tergolong fantastis seiring dengan tingginya permintaan investor. Hal ini menjadi sinyal positif bagi calon emiten untuk segera mengeksekusi rencana go public. (Bisnis Indonesia)

Suku Bunga Berpeluang Turun. Bank Indonesia (BI) membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan demikian, bank sentral secara eksplisit bisa memangkas suku bunga acuan ke depannya. (Bisnis Indonesia)

Sektor Pangan Jadi Prioritas. Pangan menjadi sektor prioritas bagi pemerintah untuk mengendalikan laju infl asi pada 2020. Pemerintah menyadari, risiko tekanan infl asi terutama muncul dari problem ketersediaan pasokan dan distri busi. (Bisnis Indonesia)

Sengkarut Pemajakan Mulai Terurai. Pertemuan negara anggota G20 di Fukuoka, Jepang pekan lalu menunjukkan kemajuan dalam pembahasan konsep pemajakan ekonomi digital. (Bisnis Indonesia)

Ada Jalan Pungut Pajak dari Raksasa Digital. Pintu terbuka bagi pemerintah untuk memungut pajak dari perusahaan raksasa digital seperti Google, Amazon, Facebook dan Apple. Sebab, dalam pertemuan di Fukuoka, Jepang pada 8-9 Juni 2019, negara-negara anggota G20 sepakat untuk mengadopsi kerangka perpajakan digital secara internasional. (Kontan)

SBN Ritel 2020 Akan Kembali Ditambah. Pemerintah bakal menambah porsi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dari dalam negeri pada tahun depan. Tambahan utang dari masyarakat ini untuk menutup defisit anggaran 2020. Pemerintah merencanakan defisit Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2020 kisaran 1,6%–1,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). (Kontan)

MAskapai Asing akan Masuk Bertahap. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rencana pemerintah untuk mengundang maskapai asing beroperasi di Indonesia bakal dilakukan bertahap. Selain itu, maskapai asing akan diminta turut melayani rute-rute domestik yang masih kurang menguntungkan. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top