H-2 Lancar, ASDP Indonesia Ferry Apresiasi Semua Pihak

Hingga H-2 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyeberangkan sebanyak 682.446 penumpang, 64.263 unit sepeda motor, dan 74.755 unit mobil pribadi dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni sejak H-7 atau 29 Mei 2019.
Rio Sandy Pradana | 03 Juni 2019 19:14 WIB
Pemudik sepeda motor tampak memadati Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali Senin (3/6/2019) - Tim Jelajah Lebaran Jawa/Bali 2019
Bisnis.com, JAKARTA--Hingga H-2 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyeberangkan sebanyak 682.446 penumpang, 64.263 unit sepeda motor, dan 74.755 unit mobil pribadi dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni sejak H-7 atau 29 Mei 2019.
 
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pada H-2 Lebaran, trafik penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni relatif normal, tidak ada kepadatan volume penumpang dan kendaraan yang signifikan.
 
Sebaliknya, arus mudik dari Sumatera menuju Jawa juga ramai dan mengalir. Sejak H-7 hingga H-3 tercatat 248.130 orang atau sudah 85,9% dari total penumpang 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu.
 
"Kelancaran dan kesuksesan arus mudik Lebaran tahun ini berkat kerja keras banyak pihak mulai dari regulator, operator ferry, aparat serta pengguna jasa. Semua pihak telah bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, sehingga arus mudik dapat terlayani dengan optimal," kata Ira dalam siaran pers, Senin (3/6/2019).
 
Dia menambahkan sejak awal, ASDP telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi dan kesiapan seluruh sarana dan prasarana, fasilitas dan pelayanan prima, penerapan diferensiasi harga, anjuran dan sosialisasi mudik di siang hari, serta penetapan dermaga VII Merak yang khusus melayani sepeda motor.
 
Dia menambahkan hadirnya layanan kapal eksekutif dengan memberikan kecepatan waktu pelayaran hanya 1 jam dan kenyamanan fasilitas di atas kapal, maka perjalanan mudik menjadi lebih asyik dan lancar. Bahkan, waktu tempuh Jakarta-Bandar Lampung via darat hanya 5 jam karena sailing time kapal ASDP hanya 1 jam.
 
Di sisi lain, penerapan Automatic Ticketing System dan e-KTP reader dalam pencatatan manifest penumpang kapal juga memperlancar dan mempercepat saat transaksi pembayaran.
 
"Pengguna jasa diimbau mengatur jadwal kepulangan, dan untuk mendukung pembayaran cashless, agar memperhatikan kecukupan saldo kartu elektronik, dan jangan lupa mempersiapkan e-KTP sebelum melakukan transaksi di loket pelabuhan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asdp

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top