JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Implementasi Keamanan Kapal Ferry Ketapang - Gilimanuk Perlu Ditingkatkan

Kapal ferry menjadi salah satu pilihan pemudik untuk pulang ke kampung halaman saat momen Lebaran.  Terlebih setelah naiknya harga tiket pesawat, mudik dengan kapal ferry pun menjadi alternatif. 
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  16:38 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Implementasi Keamanan Kapal Ferry Ketapang - Gilimanuk Perlu Ditingkatkan
Pemudik menggunakan sepeda motor antre untuk naik ke kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk. - JIBI/Reni Lestari

Bisnis.com, BANYUWANGI—Kapal ferry menjadi salah satu pilihan pemudik untuk pulang ke kampung halaman saat momen Lebaran.  Terlebih setelah naiknya harga tiket pesawat, mudik dengan kapal ferry pun menjadi alternatif. 

Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 akhirnya sampai di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya Pelabuhan Ketapang,  Banyuwangi, Jawa Timur,  Senin (3/6/2019). Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kapal ferry untuk menuju Pelabuhan Gili Manuk,  Jembrana,  Bali.  Dari titik tersebut, tim menyeberang dengan menumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Jalur Nusa. 

Sesampainya di atas kapal,  ada beberapa standar operasional keamanan yang tidak dijalankan.  Pertama,  penjelasan dari anak buah kapal (ABK)  mengenai tata cara menggunakan life jacket. 

Padahal prosedur tersebut wajib ada dan tertera pada International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Ada pula Instruksi No. UM.008/I/II/DJPL-17 tertanggal 3 Januari 2017 tentang Kewajiban Nakhoda dalam Penanganan Penumpang Selama Pelayaran.

Selain itu,  kedua,  pantauan Tim Jelajah di atas kapal ferry juga menunjukkan tidak ada penjelasan sama sekali dari petugas mengenai pintu keluar saat terjadi keadaan darurat dan tempat berkumpul atau muster station . Tidak ada pula informasi mengenai keadaan cuaca  sekitar selama pelayaran. 

Sebelumnya,  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi gelombang laut yang tinggi dan angin kencang di Selat Bali. BMKG menyebutkan, gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih yang disertai angin kencang berpotensi terjadi pada 3-4 Mei 2019 di Selat Bali.

Kapal yang ditumpangi tim diketahui pula mengalami kecelakaan kecil pada Jumat 31 Mei 2019 di Pelabuhan Ketapang.  Karena gelombang tinggi KMP Jalur Nusa dilaporkan bertabrakan dengan Kapal Tunu Pratama Jaya 3888 di Pelabuhan Ketapang . Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

Sementara itu,  kapal tampak sepi penumpang.  Fathur Rohman, salah satu ABK KMP Jalur Nusa memprediksi,  lengangnya penumpang ferry dari Ketapang ke Gilimanuk akan berlanjut sampai hari lebaran. 

“Tiga hari kemarin ramai sekali,  dari arah Banyuwangi maupun Gilimanuk,” katanya. 

Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 45 menit hingga 1 jam. 

 

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup