JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Skema One Way Akan Diberlakukan untuk Arus Balik

Puncak arus balik kendaraan yang mengarah ke Jakarta diprediksi terjadi pada 8-9 Juni 2019. Skema one way pun akan kembali diberlakukan mulai dari Km. 189 ruas Tol Paliaman sampai Km. 70 di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  16:31 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Skema One Way Akan Diberlakukan untuk Arus Balik
Kendaraan dari arah Jakarta melintas di Tol Cipali, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Korlantas Polri memberlakukan kebijakan satu jalur (one way) untuk kendaraan dari Jakarta menuju arah Jawa Tengah. - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, BANYUWANGI—Puncak arus balik kendaraan yang mengarah ke Jakarta diprediksi terjadi pada 8-9 Juni 2019. Skema one way pun akan kembali diberlakukan mulai dari Km. 189 ruas Tol Paliaman sampai Km. 70 di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rentang waktu arus balik tahun ini lebih pendek daripada saat arus mudik. Karenanya, Menhub mengimbau agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik untuk melakukan perjalanan pada arus balik, agar tidak terjadi penumpukan di satu waktu tertentu.

“Rencananya pada arus balik ini juga akan diberlakuan sistem one way mulai 8-10 Juni 2019 dimulai dari Km. 189 di ruas Tol Palimanan sampai Km. 70 di GT Cikampek Utama,” katanya, dikutip melalui keterangan resmi, Senin (3/6/2019).

Oleh karena jeda hari sisa cuti bersama dengan waktu masuk kerja karyawan setelah Lebaran sangat sempit, Menhub menyarankan pemudik untuk kembali di tanggal 6,7 atau 10 Juni.

“Tanggal 8 dan 9 Juni itu akan puncak sekali. Bisa dibayangkan kepadatannya karena pada waktu arus mudik ada waktu 8 hari, sementara untuk arus baliknya hanya 4 atau 5 hari,” lanjut Menhub.

Sementara itu, pada Senin (3/6) atau H-2 jelang Lebaran, rekayasa arus lalu lintas dengan penerapan one way di ruas tol Jakarta-Cikampek mulai Km. 70 hingga Km. 414 GT Kalikangkung masih diberlakukan hingga Senin (3/6) ini, yang semula hanya diberlakukan hingga Minggu (2/6).

Menhub menyebut sistem one way efektif guna mengurai kepadatan lalu lintas yang masih terjadi hingga H-2 Lebaran. Akan tetapi penerapan one way ini akan bersifat situasional dan dinamis. Jika arus lalu lintas lancar maka rencananya sistem ini tidak berlaku hingga pukul 21.00 seperti biasanya.

One way sejauh ini sampai tadi pagi itu berlangsung baik dan ini menyelesaikan masalah. Hari ini kita akan mengurangi jumlah dari one way yang tadinya sampai pukul 9 malam. Kemungkinan kalau tidak ada suatu load yang terlalu banyak, kita akan jadikan 2 arah [contraflow],” jelasnya.

 

(Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari))

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top