JELAJAH LEBARAN JAWA BALI: Mudik, Peluang Tambahan Penghasilan Warga Sekitar Rest Area

Pada Rest Area Kilometer (Km.) 207 ruas Tol Cipali, penjual dadakan tersebut juga ditambah masyarakat yang menjajakan jasa seperti panti pijat maupun penyewaan tikar di atas taman.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  15:59 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA BALI: Mudik, Peluang Tambahan Penghasilan Warga Sekitar Rest Area
Pemudik rehat sejenak di ruang istirahat di Rest Area SPBU KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). - ANTARA/M Ibnu Chazar

Bisnis.com, KENDAL - Musim mudik tidak hanya menjadi kesempatan bagi pekerja ibu kota untuk rehat, tapi juga untuk masyarakat perdesaan untuk mencari pendapatan tambahan. 

Tim Jelajah Lebaran Jawa Bali 2019, memantau di beberapa area peristirahatan (rest area) muncul stan dan orang yang berjualan di sekitar taman maupun pada pemudik yang mengantre mengisi bahan bakar.

Pada Rest Area Kilometer (Km.) 207 ruas Tol Cipali, penjual dadakan tersebut juga ditambah masyarakat yang menjajakan jasa seperti panti pijat maupun penyewaan tikar di atas taman. 

Sa'adah, 20 tahun, berujar baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan berencana untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dalam waktu dekat. Pada waktu senggangnya, Sa'adah mencari pendapatan tambahan dengan menjajakan mi instan maupun kopi instan kepada para pemudik sejak pagi hingga malam. 

"Iya, mulai mudik kami jualan. [Lapak dadakan ini] baru muncul sekitar 5 tahun [yang lalu hingga] sekarang," tuturnya kepada Bisnis, Jumat (31/5/2019).

Sa'adah menambahkan kebanyakan pelapak yang berjualan di Rest Area Km. 207 berasal dari daerah sekitar, termasuk dirinya. Sa'adah menyatakan pendapatan yang didapatkan dari musim mudik biasanya cukup besar.

Selain Sa'adah, Jumenah, 45 tahun, menawarkan jasa pijat dan penyewaan tikar. Menurutnya, pada hari biasa pengendara tidak singgah ke lapak di atas taman, namun pada musim mudik lapaknya cukup ramai.

"Mobil sih banyak [pada hari biasa] cuma tidak seperti ini. [Biasanya] istirahatnya di kantin," ujarnya kepada Bisnis. 

Jumenah mengaku selain musim mudik, dia bekerja sebagai buruh pada sebuah pabrik mi soun. Sementara itu, pada musim mudik pekerjaannya berubah menjadi tukang pijat sederhana pada pagi hari dengan tarif Rp50.000-Rp60.000 per orang.

Bagi pemudik yang hanya ingin merebahkan badan, lanjutnya, di lapak dadakan Rest Area Km. 207 menawarkan penyewaan tikar dengan harga di kisaran Rp15.000. Jika lebih lama, imbuhnya, harga sewanya menjadi sekitar Rp20.000.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top