Wah, 3 Sopir Bus Gagal Berangkat karena Terindikasi Narkoba

Tiga sopir yang semula akan membawa bus angkutan mudik Lebaran ke berbagai kota tujuan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terpaksa batal diberangkatkan karena saat pemeriksaan tes urine terindikasi menggunakan narkoba.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  13:28 WIB
Wah, 3 Sopir Bus Gagal Berangkat karena Terindikasi Narkoba
Ilustrasi - Petugas melakukan pemeriksaan kadar karbondioksida dalam paru-paru, saat uji pemeriksaan kesehatan sopir bus dan kendaraan di Terminal Tirtonadi Solo, Rabu (8/8). Pemeriksaan laik jalan kendaraan dan sopir bus dilakukan rutin sebagai persiapan arus mudik dan arus balik Lebaran. - Bisnis.com

Bisnis.com, PALU - Tiga sopir yang semula akan membawa bus angkutan mudik Lebaran ke berbagai kota tujuan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terpaksa batal diberangkatkan karena saat pemeriksaan tes urine terindikasi menggunakan narkoba.

"Tiga oknum sopir itu, kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak BNN," kata Kepala Angkutan Jalan, Keselamatan, dan Perkeretaapian Disbub Sulteng Sumarno, di Palu, Rabu. (29/5/2019)

Dia enggan menyebutkan identitas ketiga oknum sopir tersebut, kecuali mengatakan mereka langsung diganti dengan sopir lain dari perusahaan otobis (PO) bersangkutan.

Langkah itu, kata dia, tidak bisa ditoleransi karena sangat membahayakan keselamatan jiwa para penumpang. "Karena itu begitu diketahui mereka terindikasi menggunakan obat terlarang, kami (Dishub) yang meminta kepada PO agar sopir diganti supaya perjalanan mudik tidak terhambat dan diberangkatkan sesuai waktu yang telah ditetapkan," katanya.

Dia menjelaskan tes urine bagi sopir memang wajib dilakukan sebelum pemberangkatan mudik. Sudah empat tahun terakhir ini secara berturut-turut Pemprov Sulteng menggelar angkutan mudik gratis yang banyak dimanfaatkan warga. Sopirnya wajib tes urine.

Selain tes urine bagi sopir, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang dan banyak yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Sementara dari pihak BNN Provinsi Sulteng yang melakukan tes urine kepada para sopir, membenarkan ada tiga oknum sopir angkutan mudik yang teridikasi diduga menggunakan obat dimaksud.

"Kami  rekomendasikan kepada pihak Dishub agar mencari sopir lain menggantikan mereka," kata salah seorang pejabat BNN Provinsi Sulteng yang enggan disebut identitasnya itu.

Namun, dia membenar bahwa ketiga oknum sopir tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sulteng, Iman yang dihubungi tidak bersedia memberikan keterangan menyangkut tiga oknum sopir yang terindikasi mengkonsumsi obat terlarang.

Angkutan mudik gratis diberangkatkan oleh Sekretaris Provinsi Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulteng, Rabu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba, sopir, palu, bus akap

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top