Fluid & Melchor Bentuk Usaha Patungan Kembangkan Teknologi Biomassa di Indonesia

Perusahaan asal Polandia Fluid S.A. (Fluid) membentuk usaha patungan bersama Melchor Tiara Pratama untuk pemulihan energi dari limbah biomassa dan menjadikannya arang bio (biochar).
JIBI | 28 Mei 2019 16:21 WIB
Penandatanganan kerjasama patungan pengolahan limbah biomassa menjadi biochar antara Fluid dengan Melchor (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA -  Perusahaan asal Polandia Fluid S.A. (Fluid) membentuk usaha patungan bersama Melchor Tiara Pratama untuk pemulihan energi dari limbah biomassa dan menjadikannya arang bio (biochar). Penandatangan kerjasama itu dilakukan pada 26 Mei lalu.

Melchor Tiara Pratama adalah anak usaha Melchor Group Indonesia, sedangkan Fluid S.A. (Fluid) adalah peruahaan asal Polandia yang memiliki teknologi untuk pemulihan energi dari limbah biomassa dan menjadi biochar.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Selasa (28/5), Fluid mengembangkan teknologi karbonisasi biomassa autotermal yang pertama dipatenkan di dunia. Sesudah Polandia, teknologi itu akan dipasarkan di Indonesia sebagai Fasilitas Pemulihan Energi/Energy Recovery Facility (ERF).

Perusahaan patungan yang akan dibentuk dengan komposisi saham 51% milik Melchor dan 49% milik Fluid ini diharapkan memberikan manfaat bagi Indonesia, karena Fluid bersedia melaksanakan proses pemindahan kemampuan, pengetahuan dan riset teknologi.

CEO Melchor, Rudi Poespoprodjo menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini menunjukkan keinginan kerja sama Indonesia untuk mempromosikan energi terbarukan dengan memaksimalkan sumber daya biomassa Indonesia yang sangat besar.

Vice President Fluid, Lukasz Pietrkiewicz juga menyatakan optimisme-nya dalam mendukung Indonesia memanfaatkan teknologi mereka untuk pembangunan Fasilitas Pemulihan Energi.

Jan Gladki, pendiri perusahaan dan orang yang memiliki paten teknologi ini, telah mempelajari lingkungan di Indonesia untuk mempelajari aplikasi teknologi tersebut. Fluid mengembangkan teknologi terutama untuk pasar dan lingkungan Indonesia.

Fluid merencanakan membuka Pusat Penelitian dan Pengembangan yang didedikasikan untuk proses biomassa, energi, dan agrikultur khusus di Indonesia.

Salah satu tujuannya adalah untuk berpartisipasi dalam pendidikan para ahli linkungan dan proses penanganan limbah dan ERF di Indonesia. Tujuan berikutnya adalah pengembangan sel bahan bakar biochar yang dapat menyediakan energi listrik murah ke semua pelosok Indonesia, dan terutama mereka yang tidak mempunyai akses ke jaringan PLN.

Komisaris Utama Melchor, Peter F Gontha menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memperluas peluang kerjasama strategis antara Indonesia dan Polandia dalam industri energi terbarukan dan teknologinya serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Karbonisasi biomassa autothermal adalah metode teknologi canggih yang dapat mengubah segala jenis biomassa, termasuk limbah biomassa basah, menjadi listrik, air panas dan / atau air dingin, dengan fokus hasil utamanya adalah biochar.

Biochar adalah bahan yang padat karbon yang dihasilkan melalui konversi limbah organik (biomas pertanian), melalui pembakaran yang tidak sempurna atau melalui suplai oksigen terbatas (pyrolysis).

Biochar yang dihasilkan dari teknologi ini berkualitas premium, yang memiliki nilai kalori dan kandungan karbon yang tinggi dan dianggap sebagai cara sesuai rekomendasi pengurangan pemanasan global sesuai perubahan Iklim yang disepakati bersama di PBB.

Biochar dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar Biofuel atau bahan bakar hayati yang dihasilkan dari bahan-bahan organik dan juga dapat dipakai sebagai bahan terbaik pupuk organik untuk mengkondisikan tanah pertanian.

Sebagai perbandingan, 1 ton biochar yang dipergunakan untuk pupuk adalah sama dengan mengeliminasi 4 ton CO2.

Perusahaan patungan ini merencanakan untuk membangun 5 fasilitas ERF, di Sumatera dan Kalimantan. Setiap ERF yang akan di bangun dapat menghasilkan lebih dari 30.000 ton biochar per tahun. Hal ini akan menjadikan Indonesia sebagai pemilik ERF terbesar di dunia, serta menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam produksi biochar dan penyerapan CO2. Kelima fasilitas tersebut paling tidak akan memerlukan investasi sebesar USD 150,000,000 (seratus lima puluh juta US dolar).

Biochar yang dihasilkan dari ERF akan diekspor ke Eropa, Kanada dan Amerika Serikat. Bahkan, beberapa pembeli telah menyatakan minat mereka untuk membeli semua produksi kami melalui kontrak pembelian berjangka.

Potensi limbah biomassa yang dimiliki Indonesia sangat berlimpah dan dapat digunakan untuk pemakaian ERF.  Peremajaan perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit (replantation) juga menjadi salah satu sumber besar limbah biomassa yang selama ini belum dikelola secara tepat. Bertentangan dengan isu deforestasi perkebunan, teknologi baru yang ditawarkan mempromosikan peremajaan perkebunan dan berkelanjutan sehingga menambah nilai perkebunan secara ekonomi sehingga tidak perlu dilakukannya lagi pembukaan lahan baru dan menghindari deforestasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biomassa

Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top