Bekraf-WIPO Teken Kerja Sama Pengembangan Merek & Desain

Bekraf dan WIPO menandatangani perjanjian kerja sama untuk menciptakan sistem dan kebijakan yang mendukung pengembangan merek dan desain di Indonesia.
Fitri Sartina Dewi | 24 Mei 2019 11:24 WIB
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Triawan Munaf (tengah) bersama Deputi Pemasaran Joshua P. M. Simandjuntak (kanan) berbincang dengan CFO 88rising Derek Hsu di sela-sela penandatangan kerja sama di Jakarta, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA — Badan Ekonomi Kreatif dan Organisasi kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) menandatangani perjanjian kerja sama untuk menciptakan sistem dan kebijakan yang mendukung pengembangan merek dan desain di Indonesia.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu dilakukan di sela-sela Konferensi Internasional Kekayaan Intelektual dan Pembangunan (International Conference on Intellectual Property and Development) yang diadakan WIPO, di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf didampingi Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal WIPO.

Triawan menuturkan, obyektif jangka panjang kerja sama tersebut adalah untuk menciptakan nilai tambah terhadap produk dan jasa, melalui Kekayaan Intelektual di bidang merek dan desain.

“Kerja sama tersebut juga akan berfokus untuk mengembangkan fasilitasi KI melalui pelatihan dan penciptaan stuktur hub and spokes yang pada gilirannya akan meningkatkan reputasi produk dan jasa melalui brands & designs di pasar yang lebih luas,” ujar Triawan seperti dikutip dalam keterangan resmi yang dirilis pada situs Kemenlu, Kamis (23/5/2019).

Selain membicarakan implementasi kerja sama tersebut, Triawan juga membahas terkait kemungkinan kerja sama lebih lanjut antara Bekraf dan WIPO, termasuk terkait dukungan terhadap Lembaga Manajemen Kolektif (CMOs) bagi pelaku industri kreatif dan hak cipta di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Triawan juga membahas peluang kerja sama terkait aplikasi teknologi digital untuk manajemen aset kekayaan intelektual bagi pelaku industri kreatif. Salah satunya termasuk kemungkinan kolaborasi antara platform digital manajemen musik "Portamento" yang diinisiasi oleh BEKRAF dengan digital time-stamping service WIPO.

Triawan menekankan bahwa di era revolusi digital ini, salah satu kunci utama peningkatan daya saing di tingkat global adalah memadukan proses kreatif dan inovatif dengan manajemen kekayaan intelektual.

“Kerja sama antara BEKRAF dengan WIPO akan terus ditingkatkan, untuk mendukung pelaku industri kreatif di Indonesia memanfaatkan dan juga mengambil manfaat dari asset-aset kreativitas dan intelektual mereka," jelasnya.

Sementara itu Duta Besar Hasan Kleib juga menyampaikan bahwa pengembangan inovasi dan kreativitas merupakan salah satu prioritas Pemerintah Indonesia yang terus dikawal di WIPO, baik melalui kerja sama bilateral dan melalui negosiasi multilateral untuk sistem kekayaan intelektual global yang mendukung kepentingan nasional Indonesia. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bekraf

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top