Akuisisi Megaproyek Air, META Segera Naik Kelas

Dengan adanya akuisisi proyek ini, diharapkan kontribusi untuk revenue dapat meningkat secara signifikan, karena adanya loncatan kontribusi dari hasil akuisisi yang rencananya akan dilakukan dalam tahun ini.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  12:52 WIB
Akuisisi Megaproyek Air, META Segera Naik Kelas
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Nusantara Infrastructure Tbk.  (kode emiten META) akan melakukan akuisisi dengan nilai yang sangat besar sehingga pihaknya bisa "naik kelas".

Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan akuisisi proyek air yang sangat besar.

"Terdekat kami akan akuisisi satu proyek, cuma besar itu InsyaAllah bisa bikin kita naik kelas, dari pengadaan kapasitas air yang kecil menjadi pengadaan kapasitas air yang sangat besar," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (21/5/2019).

Meski begitu pihaknya enggan menyebutkan secara rinci nama proyek maupun nilai proyeknya karena persaingan yang sangat ketat. Deden menyebut akuisisi dilakukan karena proyeknya ada, dan keuntungannya lebih cepat.

"Akuisisi jadi lebih cepat dapat barang, kita beli nggak lama dapat barang dapat bisnis. Kalau pengembangan usaha atau tender kita dapat hari ini menang tender itu barangnya jadi 2 tahun-3 tahun lagi harus dibangun," paparnya.

Sebagai informasi, pendapatan META dari jalan tol mencapai 64,61 persen dari total pendapatan perseroan. Adapun, pendapatan lain disumbang dari sektor telekomunikasi (17,18 persen), air minum (11,12 persen), dan energi (7,08 persen).

Dengan adanya akuisisi proyek ini, diharapkan kontribusi untuk revenue dapat meningkat secara signifikan, karena adanya loncatan kontribusi dari hasil akuisisi yang rencananya akan dilakukan dalam tahun ini.

"Tahun 2018 kita menyumbang untuk air di atas 10 persen kontribusi untuk revenue, sisanya energi dan tol. 2019 mudah mudahan naik, mudah mudahan bisa 15 persen. Tapi kalau nungguin dari operasi nggak terlalu banyak hanya 1 persen-2 persen. Nah yang kita harapkan loncatan dari akuisisi," ujarnya.

Sebagai informasi, pada Oktober tahun lalu pihaknya telah mengumumkan dana sebesar Rp450 miliar untuk pengembangan bisnisnya. Adapun perinciannya sebesar Rp200 miliar untuk memperbanyak kapasitasnya dan sisanya Rp250 miliar akan digunakan untuk akuisisi.

Untuk penambahan kapasitas sendiri, dia mengatakan saat ini kapasitas terpasang sebanyak 1.725 liter per detik dari sebelumnya 1.275 liter per detik. Targetnya hingga akhir tahun nanti kapasitas terpasangnya bisa mencapai 2.000 liter per detik dengan tingkat penyerapannya 80 persen.

META membukukan pendapatan dan penjualan sebanyak Rp782 miliar sepanjang 2018. Sebagian besar pendapatan perseroan berasal dari pendapatan tol. Pihkanya juga mencatat laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp217,09 miliar naik 133 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
spam, nusantara infrastructure

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top