Polygon Jaga Keseimbangan Penjualan Domestik dan Ekspor, Punya Tantangan Khas

PT Insera Sena, produsen sepeda dengan merek Polygon, menjaga porsi penjualan pasar domestik dan global agar selalu seimbang.
Polygon Jaga Keseimbangan Penjualan Domestik dan Ekspor, Punya Tantangan Khas Annisa Sulistyo Rini | 21 Mei 2019 19:00 WIB
Polygon Jaga Keseimbangan Penjualan Domestik dan Ekspor, Punya Tantangan Khas
Polygon telah ada sejak 1989, yang berawal dari sebuah perusahaan kecil berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor. - Polygon

Bisnis.com, JAKARTA - PT Insera Sena, produsen sepeda dengan merek Polygon, menjaga porsi penjualan pasar domestik dan global agar selalu seimbang.

Direktur Polygon Bikes William Gozali mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha agar porsi penjualan tidak terfokus pada salah satu pasar.

"Kami selalu jaga agar porsi ekspor dan domestik berimbang pada posisi sekitar 50:50," ujarnya Selasa (21/5/2019).

Dia menuturkan kondisi bisnis dalam negeri dan pasar global saat ini memiliki tantangan masing-masing. Untuk pasar domestik, pabrikan sepeda dihadapkan masalah persaingan yang tidak adil dengan produk impor, khususnya dari China.

Secara bisnis, William menyebutkan pihaknya harus siap bersaing dengan bea masuk sepeda dari China yang sebesar 5%. Namun, yang menjadi masalah adalah impor undervalue melalui pelabuhan tertentu yang kemudian dijual ke pasar dalam negeri tanpa dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN).

"Persaingan ini sangat tidak fair dan akan merusak industri nasional. Beberapa kategori sepeda kami terganggu oleh impor seperti ini," jelasnya.

Sementara itu, permintaan di pasar ekspor dinilainya masih cukup stabil. Polygon juga akan terus mengembangkan bisnisnya di pasar global.

Dia menilai tantangan yang dihadapi di pasar global adalah bagaimana perusahaan mengembangkan branding. William menyebutkan melalui cara pengembangan branding inilah pihaknya berekspansi di pasar global.

"Selain itu, kami juga memiliki pelayanan, variasi produk, dan peningkatan jalur distribusi di pasar global," katanya.

Adapun, Polygon telah ada sejak 1989, yang berawal dari sebuah perusahaan kecil berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor. Pada 2000, Polygon mulai melakukan ekspansi perluasan pabrik dan investasi ke alat berteknologi tinggi standar internasional.

Saat ini fasilitas produksi sepeda Polygon berada di Sidoarjo, Jawa Timur dengan kapasitas sekitar 650.000 unit per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polygon, Industri Sepeda

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top