Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Diproduksi di Sidoarjo, Sepeda Polygon Digemari Orang Eropa hingga Amerika

Polygon telah diekspor sedikitnya ke 30 negara seperti Eropa antara lain Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Swiss, Yunani, Denmark, dan Swedia.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  16:36 WIB
Diproduksi di Sidoarjo, Sepeda Polygon Digemari Orang Eropa hingga Amerika
Polygon telah ada sejak 1989, yang berawal dari sebuah perusahaan kecil berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor. - Polygon
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Mungkin tak semua orang tahu kalau produk-produk sepeda lokal buatan Indonesia sudah mampu menembus pasar ekspor ke banyak negara di dunia. Salah satunya sepeda Polygon, merek debutan PT Insera Sena ini telah kurang lebih diproduksi sejak 32 tahun lalu di Desa Wadungasih, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sepeda asli merek Indonesia Polygon telah melanglang buana atau dijual hingga penjuru dunia, sedikitnya ke 30 negara seperti Eropa antara lain Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Australia, Swiss, Yunani, Denmark, Swedia, Finlandia, Norwegia, Rusia dan Polandia. Sedangkan di Benua Amerika antara lain di AS, Kanada, Costa Rica dan Argentina.

Untuk Benua Asia telah diekspor ke Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia. Di Afrika sepeda Polygon juga dikirim ke Afrika Selatan dan Mauritius. Termasuk ke Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Fiji. Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Insera Sena Steven William kepada wartawan pada acara Polygon Factory Racing Team Kunjungan ke Pabrik Polygon di Sidoarjo, medio November lalu.

“Polygon itu brand Indonesia 100 persen. Polygon telah terjual hingga 30 negara. Mulai dari Eropa, Amerika ada. Malaysia, Thailand, Singapura juga ada," tuturnya, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/12/2022).

Saat ini, terdapat ratusan varian Polygon yang dijual mulai harga Rp1 juta hingga Rp100 juta per unit. Saat ini, pabrik memiliki kapasitas terpasang sebanyak 1,2 juta unit sepeda per tahun. Rata-rata produksi tahunan mencapai 700 ribu unit sepeda berbagai tipe dan varian. Dari total seluruh sepeda yang diproduksi, sebanyak 70% diekspor ke luar negeri, terutama di benua Eropa dan Amerika.

“Penyerapan produk kami di pasar Eropa dan Amerika lumayan tinggi seiring dengan kesadaran orang-orang di sana yang merasa kesehatan itu penting, lingkungan bersih dan hijau semakin penting, juga seiring dengan pemerintah lokalnya yang mendukung kotanya untuk nyaman ditinggali. Hal-hal itu yang membuat adopsi sepeda cukup cepat di negara-negara Eropa dan Amerika,” terang Steven.

Dia mengaku saat ini semua produknya telah mengandung 50-60% komponen lokal khususnya untuk rangka dan lain-lain. Sedangkan untuk gear, rantai, pengatur kecepatan masih harus diimpor dari negara lain. “Butuh 140 part atau komponen untuk jadi satu sepeda utuh. Makanya kita tidak bisa sepenuhnya pakai part lokal, pasti ada impor part dari negara lain,” katanya.

Steven menyebut, setiap tahun selalu ada inovasi pada produk sepeda Polygon sehingga bisa mengikuti gaya hidup masyarakat. Salah satunya Polygon Helios A9X, prototype terbaru dari Polygon yang digadang sebagai salah satu gebrakan terbesar Polygon Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.

Helios merupakan seri performance Road Bike dengan desain yang aerodinamis dan juga popular di masa lampau. Berbagai pemgembangan Helios dilakukan untuk menjawab penantian pecinta olahraga sepeda yang suka tampil optimal di tanjakan dengan kecepatan tinggi, dan nyaman untuk long ride. Helios sudah dipasarkan sejak setahun yang lalu seharga berkisar Rp80 – 100 juta per unit.

Helios A9X disebut menjadi salah satu kebanggan Polygon dengan tiga keunggulan. Pertama, betul-betul didesain dari nol. Tim product development Polygon Indonesia belajar langsung tentang computational fluid dynamic dan lainnya, sehingga Helios sangat inovatif dari aspek teknologi. “Jadi, sepedanya asimetris karena penggunanya asimetris,” kata Steven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polygon sepeda balap sepeda manufaktur industri manufaktur
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top