Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Revisi Aturan DNDF, BI Sederhanakan Ketentuan Underlying Transaksi

Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  12:51 WIB
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Supri
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Supri

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagaimana keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2019, Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik.

Salah satunya mendorong sisi supply transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), khususnya melalui penyederhanaan ketentuan kewajiban underlying transaksi.

Untuk itu, BI menyempurnakan ketentuan DNDF melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/7/PBI/2019 tentang Perubahan atas PBI Nomor 20/10/PBI/2018 tentang Transaksi Domestic Non Deliverable Forward.

Penerbitan PBI ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas melalui penyesuaian underlying transaksi untuk penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF yang dilakukan oleh nasabah atau pihak asing.

"Penyempurnaan ketentuan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku pasar untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar melalui penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF," tulis BI dalam keterangan resmi, Senin (20/5/2019).

Beleid itu menuliskan, seluruh transaksi DNDF wajib memiliki underlying transaksi yang meliputi perdagangan barang dan jasa serta investasi di dalam dan luar negeri.

Namun underlying itu tidak termasuk surat berharga yang diterbitkan oleh BI; penempatan dana seperti tabungan, giro, deposito, dan NCD; fasilitas pemberian kredit belum ditarik; dan dokumen penjualan valuta asing terhadap rupiah yang berasal dari penjualan DHE.

Selain itu, yang tidak dianggap underlying juga mencakup kredit antarnasabah atau intercompany loan; kegiatan pengiriman uang oleh perusahaan transfer dana; dan KUPVA.

Kewajiban kepemilikan underlying transaksi dikecualikan untuk transaksi penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF oleh nasabah atau pihak asing dengan nominal paling banyak US$5 juta atau ekuivalennya per transaksi untuk setiap nasabah atau setiap pihak asing.

Materi lain yang diatur dalam regulasi tersebut adalah transaksi DNDF yang dapat dilakukan pengakhiran transaksi (unwind), dan pengakhiran transaksi (unwind) dapat dilakukan tanpa underlying transaksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia transaksi valuta asing
Editor : Tegar Arief

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top