Tarif Angkut Gas Ruas Duri - Dumai Masih Dihitung

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi masih menunggu hasil evaluasi dari Kantor Jasa Penilai Publik atau KJPP untuk menetapkan tarif sewa pengangkutan gas dalam jaringan pipa transmisi gas ruas Duri—Dumai.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  09:29 WIB
Tarif Angkut Gas Ruas Duri - Dumai Masih Dihitung
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi masih menunggu hasil evaluasi dari Kantor Jasa Penilai Publik atau KJPP untuk menetapkan tarif sewa pengangkutan gas dalam jaringan pipa transmisi gas ruas Duri—Dumai.

Selain hasil evaluasi dari KJPP, BPH Migas juga sedang menghitung belanja modal dalam pembangunan pipa gas ruas Duri–Dumai.

Fanshurullah Asa, Kepala BPH Migas, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan PT Pertamina Gas untuk menyerahkan hasil KJPP pipa trasmisi gas ruas Duri–Dumai.

“Kami juga sedang menghitung besaran pasti belanja modal [pipa Duri—Dumai] menggunakan pihak ketiga agar toll fee [biaya sewa pipa] benar-benar efisien,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Direktur Gas BPH Migas Tisnaldi mengatakan bahwa penerbitan tarif sewa pengangkutan gas ruas Duri–Dumai paling cepat pada akhir tahun ini. Menurutnya, saat ini, BPH Migas baru menerbitkan harga patokan pengangkutan gas bumi, agar pengelola mendapatkan gambaran biaya pengangkutan. “Nanti harganya bisa di atas atau di bawah harga patokan itu.”

Pertagas telah melakukan uji coba dengan mengalirkan gas ke Kilang Dumai pada 14 April 2019. Proyek yang dimulai sejak November 2017 ini berpengaruh pada efisiensi operasional Kilang Dumai.

Sekretaris Perusahaan Pertagas Fitri Erika mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPH Migas terkait dengan biaya sewa dalam pengangkutan gas melalui pipa Duri–Dumai.

Pada tahap ke II, pipa gas sepanjang 67 km itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan Kilang Dumai. Untuk sementara, pipa gas transmisi ini akan mengalirkan gas ke Kilang Dumai sebesar 22,7 juta kaki kubik per hari (MMscfd). “Ke depan naik ke 57 MMscfd dan maksimal di 170 MMscfd.”

Pada tahap I, kata Erika, proyek pipa gas transmisi Duri—Dumai sudah mengalirkan gas ke konsumen, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk. sejak 24 November 2018. “Proyek ini merupakan pipa transmisi open access untuk saat ini pemakainya hanya konsumen PGN dan Pertamina Kilang Dumai,” ujarnya.

Sementara itu, pasokan gas yang mengalir berasal dari sumber di gas Blok Bentu (dioperasikan oleh PT EMP Tbk), Blok Corridor (dioperasikan oleh ConocoPhillips), dan Blok Jambi Merang (dioperasikan oleh Pertamina).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas bumi

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top