Antisipasi banjir, Tanggul 600 Meter Dibangun di Cisadane

Proyek tanggul tersebut berada di Desa Kohod dan Kramat, Kecamatan Pakuhaji karena kedua desa itu letaknya lebih rendah dari permukaan air Sungai Cisadane.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  14:20 WIB
Antisipasi banjir, Tanggul 600 Meter Dibangun di Cisadane
Banjir akibat meluapnya sungai Cisadane di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (26/4/2019)./ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, TANGERANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tanggul untuk mengantisipasi banjir di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, terutama di Kecamatan Pakuhaji.

"Kami melakukan rapat beberapa kali dengan pemerintah pusat membahas proyek tanggul tersebut termasuk menngenai konstruksi yang digunakan," kata Sekretaris Kecamatan Pakuhaji, Yandri Permana di Tangerang, Kamis, (2/5/2019).

Dia menambahkan tanggul sepanjang 600 meter itu merupakan pekerjaan lanjutan dari tahun sebelumnya melalui program padat karya. Proyek tersebut berasal dari Kemen PUPR dalam program Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Menurut dia, rapat mengenai proyek tersebut dengan instansi terkait seperti dari Pemprov Banten dan aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kabupaten Tangerang.

Proyek tanggul tersebut berada di Desa Kohod dan Kramat, Kecamatan Pakuhaji karena kedua desa itu letaknya lebih rendah dari permukaan air Sungai Cisadane.

Dia menambahkan tujuan program tersebut untuk mendukung perekonomian warga setempat dengan melibatkan penduduk lokal secara padat karya. "Ini adalah program pemberdayaan perekonomian penduduk lokal dan prioritas pekerjaan diberikan kepada warga setempat," ujarnya.

Pelaksanaan proyek itu mendapatkan pengawasan dari Pemkab Tangerang, Pemprov Banten dari sisi konstruksi tanggul dan dilakukan secara swadaya.

Para pekerja proyek mendapatkan upah secara harian dari dana Kemen PUPR dan lebih diutamakan kepada warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga dapat menghasilkan untuk menopang keuangan keluarga.

Pada pekan lalu, banjir menerjang kawasan pesisir Kabupaten Tangerang disebabkan meluapnya Sungai Cisadane sehingga merendam ribuan rumah penduduk dan areal persawahan. Banjir merendam 1.265 kepala keluarga (KK) di Tanjung Burung yang merupakan areal terparah karena pemukiman penduduk berada di dekat muara sungai.

Banjir juga menggenangi rumah penduduk lainnya di Pakuhaji yaitu di Desa Gaga sebanyak 300 KK, Desa Kalibaru (468 KK), Desa Kohod (20 KK).

Sebelumnya, para korban banjir di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, berharap pemerintah pusat membangun tanggul penahan air meluapnya Sungai Cisadane.

Sekretaris Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Hasan Basri mengatakan banyak laporan dan aspirasi warga bahwa solusi banjir yakni dibangun tanggul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sodetan ciliwung-cisadane, banjir tangerang, Kementerian PUPR

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top