Waspada Penyebaran Virus Flu Babi Afrika

Virus flu babi afrika saat ini telah menyebar di Mongolia, China, Vietnam dan Kamboja.
Pandu Gumilar | 29 April 2019 09:00 WIB
Babi-Seorang pekerja melintas di sebuah peternakan babi di pinggiran Beijing, 7 September 2012. - Reuters/David Gray

Bisnis.com, JAKARTA—Virus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi asal Afrika menghantui industri peternakan babi Tanah Air.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan bahwa virus flu babi afrika saat ini telah menyebar di Mongolia, China dan dua negara anggota Asean, yakni Vietnam dan Kamboja.

“Virus flu babi merupakan penyakit hewan yang bersifat lintas batas, sehingga penyebarannya perlu diwaspadai oleh negara-negara disekitar wilayah yang tertular,” katanya, Sabtu (27/4/2019).

Dia mengatakan Indonesia perlu wasapda akan risiko masuknya virus melalui produk-produk makanan yang mengandung babi yang dibawa oleh turis China dan juga sisa makanan dari kapal atau pesawat terbang ke wilayah Indonesia. Khususnya yang mempunyai populasi babi tinggi seperti Bali dan Manado.

“Indonesia akan memperketat penyidikan dan pengawasan penyakit hewan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus masuk ke wilayah Indonesia. Dan laboratorium kita sudah siap untuk pelaksanaan deteksi penyakit ini,” katanya.

Fadjar juga menekankan pentingnya peternak menghindari pemberian pakan babi yang bersumber dari sisa-sisa makanan (swill feed) yang tidak diolah atau dipanaskan lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Flu Babi

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top