JELAJAH INFRASTRUKTUR SUMATRA 2019 : Trafik Penyeberangan dari Merak Diproyeksi Naik 15 Persen

Volume kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Merak diproyeksi naik 15 persen pada masa angkutan Lebaran 2019.
Tim Jelajah Infrastruktur | 29 April 2019 23:02 WIB
Foto udara dermaga 6 eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (29/4/2019). PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) memberlakukan tarif promo di dermaga eksekutif bagi angkutan kendaraan golongan V hingga IX mulai Rabu (1/5)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan volume lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Merak naik 15 persen pada masa angkutan Lebaran 2019.

GM ASDP Cabang Merak Capt. Solikhin mengatakan perkiraan tersebut didasarkan pada proyeksi internal sebulan sebelum masa angkutan Lebaran dimulai.

"Ini prediksi internal kami. Nanti kami juga akan melihat perkembangan exit toll di Merak. Yang jelas, kami sudah mulai melakukan pemetaan sehingga kami bisa antisipasi," jelasnya kepada Bisnis, Senin (29/4/2019).

Solikhin tidak menampik bila proyeksi kenaikan volume lalu lintas penyeberangan dipicu kehadiran jalan tol Trans Sumatra. Saat ini, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 149,9 kilometer (km) sudah mulai beroperasi.

Jalan tol memangkas waktu tempuh dari Bakauheni ke Bandar Lampung dan sebaliknya menjadi 1 jam dari sebelumnya 3 jam.

Menurutnya, arus penyeberangan pada masa angkutan Lebaran akan padat pada malam hari. Ditopang operasional tujuh dermaga, ASDP optimistis kapasitas pelabuhan bisa menampung pergerakan kapal selama masa angkutan Lebaran tahun ini.

Secara rata-rata, load factor di Pelabuhan Merak tercatat 40 persen dari kapasitas terpasang. Dengan kata lain, kapasitas dermaga dapat memenuhi kebutuhan arus penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bakauheni.

Kendati demikian, ASDP tetap mewaspadai penumpukan arus penumpang dan kendaraan, terutama di malam hari.

"Kami menjawab itu dengan tiket online yang akan kami terus perbaiki. Ini membutuhkan teknologi yang pas karena karakteristik penyeberangan berbeda dengan pesawat udara atau kereta api," tutur Solikhin.

Di sisi lain, pada pemudik juga sudah bisa menggunakan dermaga eksekutif yang menawarkan waktu pelayaran dan port time yang lebih cepat dibandingkan dengan dermaga reguler atau non eksekutif.

Dia menerangkan pihaknya bakal menyempurnakan fasilitas dasar untuk pengguna jasa jasa, antara lain fasilitas untuk penyandang difabel, ruang tunggu penumpang, dan toilet.

Saat ini, fasilitas-fasilitas tersebut sebagian besar sudah beroperasi. Namun, penyempurnaan perlu dilakukan agar siap mengakomodasi kebutuhan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2019.

Program liputan Jelajah Infrastruktur Trans Sumatra Tahap I ini didukung oleh:

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Sumber :

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top