Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kaji Pengembangan PLTS di Lahan Suboptimal

Pemerintah berencana memanfaatkan lahan sejumlah lahan suboptimal maupun lahan pertanian sebagai pendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 April 2019  |  18:55 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berencana memanfaatkan lahan sejumlah lahan suboptimal maupun lahan pertanian sebagai pendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto mengatakan akan mengoptimalkan lahan bekas tambang untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya.

Menurutnya, bukan menjadi suatu ketidakmungkinan juga untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan memanfaatkan lahan pertanian. Sebab, di Bali dia mencontohkan ada satu eprusahaan di Bali yang mampu menafaatkan lahan pertanian untuk bercocok tanam sekaligus dengan menjadi PLTS.

“Di Bali ada perusahaan namanya Aqua yang mengembangkan PLTS dikombinasikan dengan pertanian, itu satu-satunya, bawah pertanian atasnya PLTS,” katanya, Senin (29/4/2019).

Menurutnya, selain lahan kering yang sudah tidak optimal, kawasan hutan juga mungkin dijadikan lokasi PLTS. Namun, tidak semua katagori hutan, yakni hanya hutan tanaman industri.

Sementara, hutan konservasi dinilai hanya cocok untuk pembangkit geothermal karena tidak memerlukan lahan yang luas. Apalagi, pembangkit geothermal dinilai mampu melindungi hutan agar tidak ditebangi. Apabila hutan ditebangi, air bawah tanah akan kering dan mempengaruhi panas bumi yang terkandung di dalamnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik tenaga surya
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top