Investasi Menurun, Ekonomi Korea Selatan Menyusut Pada Kuartal I/2019

Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan mencatat penyusutan terbesar dalam satu dekade akibat terdampak menurunnya investasi dan ekspor negara berekonomi terbesar keempat di Asia tersebut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 April 2019  |  08:59 WIB
Investasi Menurun, Ekonomi Korea Selatan Menyusut Pada Kuartal I/2019
Korea Selatan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan mencatat penyusutan terbesar dalam satu dekade akibat terdampak menurunnya investasi dan ekspor negara berekonomi terbesar keempat di Asia tersebut.

Dilansir Bloomberg, PDB Korsel menyusut 0,3 persen pada kuartal pertama dari kuartal sebelumnya. Raihan ini meleset dari estimasi median para ekonom untuk kenaikan 0,3 persen.

Adapun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ekonomi Korsel tumbuh 1,8 persen, lebih kecil dari proyeksi untuk ekspansi 2,4 persen.

Korea Selatan sangat terekspos terhadap perlambatan pertumbuhan global dan sektor teknologi. Gabungan dua hal ini telah menekan PDB Negeri Ginseng dalam beberapa kuartal terakhir.

Menurut Gubernur Bank Sentral Korsel (Bank of Korea/BoK) Lee Ju-yeol, pelemahan ekspor, terutama semikonduktor, berikut melambatnya investasi bisnis merupakan penyebab penurunan pertumbuhan.

Investasi fasilitas melemah 11 persen pada kuartal pertama dari tiga bulan sebelumnya, penurunan terbesar dalam 21 tahun, setelah naik 4,4 persen pada kuartal sebelumnya.

Investasi konstruksi turun 0,1 persen dari periode sebelumnya, ketika naik 1,2 persen. Adapun volume ekspor PDB turun 2,6 persen atau lebih besar dari penurunan sebesar 1,5 persen pada kuartal sebelumnya, menurut BoK.

Gubernur Lee Ju-yeol mengatakan ekspor dan belanja modal kemungkinan akan membaik pada paruh kedua tahun ini.

Pekan lalu BoK memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan 2019 menjadi 2,5 persen. Pemerintah pun menambah rencana pengeluarannya dengan pengumuman anggaran tambahan pekan ini guna menopang perekonomian.

Anggaran tambahan dapat mendorong PDB sebesar 0,1 poin persentase dan menciptakan setidaknya 73.000 pekerjaan baru, menurut pemerintah.

“Namun, mungkin masih cukup menantang bagi pertumbuhan PDB Korea Selatan untuk mencapai proyeksi pemerintah 2,6-2,7 persen,” ujar Krystal Tan, ekonom di Australia & New Zealand Banking Group, Singapura.

“Kecuali jika pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan di sektor ekspor terwujud dalam beberapa bulan mendatang, anggaran tambahan yang lebih besar mungkin diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ke dalam kisaran itu,” tambah Tan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdb, Ekonomi Korsel

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup