KABAR PASAR 22 APRIL: Euforia Pasar Bakal Berlanjut, Pekerjaan Rumah Setelah Pemilu

Berita mengenai euforia investor pasar saham dan obligasi serta pekerjaan rumah setelah Pemilu 2019 menjadi topik utama pemberitaan media massa hari ini, Senin (22/4/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 April 2019  |  08:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai euforia investor pasar saham dan obligasi serta pekerjaan rumah setelah Pemilu 2019 menjadi topik utama pemberitaan media massa hari ini, Senin (22/4/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Euforia Pasar Bakal Berlanjut. Pasar saham dan obligasi bakal melanjutkan penguatan pada pekan ini seiring dengan euforia investor terhadap hasil hitung cepat pemilihan presiden—di mana petahana unggul—serta suku bunga Bank Indonesia yang diproyeksi tidak berubah. (Bisnis Indonesia)

Pekerjaan Rumah Setelah Pemilu. Pesta demokrasi telah usai. Selain masih menyisakan tanda tanya soal siapa yang menjadi pemenang kontestasi pemilihan presiden, sederet pekerjaan rumah di sektor ekonomi sudah menanti untuk dibenahi. (Bisnis Indonesia)

Menimbang Urgensi Pelonggaran Defisit APBN. Angka defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diusulkan tidak dibatasi secara kaku sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto, tetapi dapat diperlebar hingga rerata 3,5 persen PDB selama 5 tahun (Bisnis Indonesia)

Tri Dapat Suntikan Rp47 Triliun. Hutchison Asia Telecom dan PT Tiga Telekomunikasi yang terafi liasi dengan pengusaha Garibaldi Thohir menyuntik modal segar sekitar Rp47 triliun dengan membeli saham baru yang diterbitkan oleh PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia). (Bisnis Indonesia)

Saat Tepat Kembali Masuk Pasar Saham Indonesia. Proyeksi hasil pemilihan umum (pemilu) pekan lalu memberi isyarat positif: time to buy Indonesia. Inilah saat tepat masuk ke pasar modal dalam negeri. (Kontan)

Ekonomi China Positif, Angin Segar bagi Ekspor Indonesia. Pertumbuhan ekonomi China yang di luar ekspektasi, memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Sebab, ekspor Indonesia selama ini paling besar menuju ke Negeri Tirai Bambu tersebut. (Kontan)

Akhir Tahun, IHSG Menuju 7.000, Rupiah 13.800. Unggulnya pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin berdasarkan khasil sementara hitung cepat (quick count) memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Di pasar finansial capital inflow bakal deras mengalir dengan memburu saham dan surat berharga negara (SBN). Pascapemilu hingga akhir tahun, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi mampu menembus 7.000 dan kurs rupiah berpotensi menguatg ke Rp13.800 per dolar AS. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top