Thailand Ingin Jadi Hub Ekspor Asia Tenggara, Indonesia Bagaimana?

Permintaan Thailand tersebut belum mendapatkan respons yang nyata dari negara anggota Asean, termasuk Indonesia.
Yustinus Andri DP | 22 April 2019 08:42 WIB
Kegiatan bongkar muat perdana di Makassar New Port, Sulawesi Selatan, Kamis (10/1/2019). Pelindo IV Makassar memulai kegiatan bongkar muat di Makassar New Port (MNP) Tahap I. - ANTARA/Yusran Uccang

Bisnis.com, JAKARTA — Kadin menyarankan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan menjadikan Thailand hub ekspor alternatif bagi eksportir Tanah Air. Alasannya, ekspor melalui Thailand lebih murah dibandingkan dengan mengirim barang lewat Singapura.

Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kadin Handito Joewono mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, Thailand terus mengajukan diri sebagai hub ekspor yang baru bagi Asean selain Singapura. Hanya saja, permintaan Thailand tersebut belum mendapatkan respons yang nyata dari negara anggota, termasuk Indonesia.

“Kami harap Pemerintah RI mewujudkan keinginan Thailand sebagai hub ekspor Asean. Sebab, Singapura sejauh ini sudah makin meredup posisinya sebagai hub ekspor. Di sisi lain, infrastruktur dan posisi geografis Thailand sangat strategis untuk ekspor kita ke negara lain,” katanya, Minggu (21/4).

Menurutnya, posisi Thailand sebagai hub ekspor baru Asean akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Pasalnya, ongkos pengapalan via Thailand jauh lebih murah dibandingkan dengan melalui Singapura.

Hal tersebut, sebutnya, akan berdampak kepada daya saing produk Indonesia di luar Asean. Selain itu, posisi Thailand yang berada di bagian utara Asean dinilai lebih strategis untuk menghubungkan Indonesia dengan negara-negara tujuan ekspor utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Handito menegaskan, Indonesia tidak perlu khawatir daya saingnya di Asean tergerus karena mendukung Thailand sebagai hub eskpor Asean. Pasalnya, dari segi geografis, posisi Indonesia cukup sulit untuk menjadi hub ekspor Asean.

Dia pun menilai target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai hub perdagangan Asean pada 2020 sulit terealisasi. Sebab, dari segi infrastruktur pendukung, Indonesia belum mampu menyaingi Thailand dan Singapura.

Pekan ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dijadwalkan menghadiri Asean Economic Ministers (AEM) Retreat ke-25 di Phuket, Thailand. “Di sela AEM Retreat akan ada pertemuan bilateral dengan Thailand, Filipina, dan Vietnam untuk membahas akses pasar, hambatan perdagangan, dan beberapa isu perdagangan lainnya,” ujar Enggartiasto dalam siaran pers Kemendag, Minggu (21/4).

Dihubungi terpisah, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Indonesia Jongkie Sugiarto berharap dalam pertemuan bilateral dengan Vietnam, Mendag dapat menindaklanjuti komitmen negara tersebut untuk menghapus regulasi yang memperketat impor otomotif berbentuk utuh (completely built up/CBU) dari negara Asean. (Yustinus Andri)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup