Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandara Kertajati Ajak Maskapai Garap Penerbangan Mudik

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mengajak maskapai penerbangan untuk melayani penerbangan mudik lebaran 2019 dari Bandara Kertajati Majalengka. 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 16 April 2019  |  16:02 WIB
Ilustrasi - Suasana sudut ruang check in pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar dan akan dioperasikan pada hari Kamis (24/5/2018). - Bisnis/Antara/M. Agung Rajasa
Ilustrasi - Suasana sudut ruang check in pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar dan akan dioperasikan pada hari Kamis (24/5/2018). - Bisnis/Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG—PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mengajak maskapai penerbangan untuk melayani penerbangan mudik lebaran 2019 dari Bandara Kertajati Majalengka. 

Direktur BIJB Muhammad Singgih mengatakan kesiapan ini diawali dengan kembali rutinnya penerbangan Citilink dari Kertajati ke Surabaya tiga kali dalam sepekan mulai pekan depan. Selain itu mulai awal Mei penerbangan logistik pun sudah mulai dibuka.

“Kami sudah persiapkan gimmick-gimmick [untuk mudik] seperti tahun lalu,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (16/4/2019).

Pekan ini, lanjut Singgih,  BIJB sudah mulai mengajukan penawaran pada sejumlah maskapai untuk membuka layanan penerbangan mudik dengan menunjukan data-data pada mudik 2018 lalu.

Selain itu pihaknya juga menawarkan program Mudik Dibayarin untuk para pemudik yang terbang dari Kertajati. “Itu untuk promonya,” ujarnya.

Data Mudik Dari Kertajati 2018

Indikator

Keterangan

Penumpang Dewasa

2846 orang

Bayi dan Lansia

119 orang

Load Factor

93,01%

Rute

Medan, Balikpapan, Surabaya dan Lampung

Berdasarkan data BIJB, pada penerbangan mudik tahun lalu, rata-rata tingkat keterisian penerbangan mencapai lebih dari 80%-90%.

Menurutnya angka ini dicapai dalam waktu 14 hari layanan mudik dari Kertajati. “Ini kami tawarin, kemarin dibahas juga di Kementerian Perekonomian. Kementerian Perhubungan bilang yang penting ada data kebutuhan tahun lalu yang bisa dipakai,” katanya.

Singgih mengaku tingkat keterisian yang tinggi saat mudik lebaran lalu terjadi di seluruh rute penerbangan yang dilayani maskapai. Dia menunjuk Surabaya, Balikpapan, Medan hingga Lampung adalah rute yang dipadati pemudik.

“Kalau lebaran karena rata-rata 90% artinya ramai. Momen lebaran ini juga jadi trigger awal supaya penerbangan [Kertajati] kembali lagi pada posisi yang bagus,” paparnya.

Penerbangan oleh Citilink sendiri kembali pulih, setelah sebelumnya maskapai tersebut hanya melayani satu penerbangan dalam sepekan. Surabaya dinilai maskapai merupakan rute yang menarik, meski dengan menjadi tiga kali dalam sepekan Citilink mengubah jenis pesawat. “Sebelumnya Boeing, sekarang pakai ATR kapasitasnya lebih kecil 80 sebelumnya 180,” tuturnya.

Perubahan jenis pesawat ini merupakan siasat Citilink untuk menekan produksi dan memenuhi kebutuhan pemudik lebaran. Singgih mengaku dengan perubahan ini yang terdampak hanya jarak tempuh penerbangan yang sedikit lebih lama.

“Kemarin pakai pesawat besar, sekarang dikecilin tapi rutenya lebih banyak. Ini antisipasi [Citilink] untuk penerbangan mudik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara kertajati bijb
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top