KABAR PASAR 8 APRIL: Laba Konglomerat Tergerus, Tantangan Berat Perbaiki Kepatuhan

Berita terkait penurunan laba perusahaan konglomerasi serta tantangan target kepatuhan wajib pajak menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (8/4/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 April 2019  |  08:07 WIB
KABAR PASAR 8 APRIL: Laba Konglomerat Tergerus, Tantangan Berat Perbaiki Kepatuhan
30 tim mengikuti kompetisi jual beli saham OPPO Stocks in Your Hand di mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait penurunan laba perusahaan konglomerasi serta tantangan target kepatuhan wajib pajak menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (8/4/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Laba Konglomerat Tergerus. Sebagian besar perusahaan konglomerasi mencatatkan penurunan laba pada 2018, yang dipicu oleh pelemahan kinerja di sektor komoditas terutama batu bara dan kelapa sawit. (Bisnis Indonesia)

Tantangan Berat Perbaiki Kepatuhan. Target kepatuhan formal secara umum yang begitu tinggi serta tren realisasi kepatuhan wajib pajak (WP) badan dalam kurun 5 tahun belakangan yang masih rendah membuat prospek kepatuhan formal WP badan mengalami sejumlah tantangan. (Bisnis Indonesia)

Harga Bahan Pokok Stabil, Infrastruktur Dikebut. Pemerintah mengklaim sejumlah sektor, seperti pangan, ritel modern, transportasi, infrastruktur, dan bahan bakar, siap menghadapi periode puasa dan Lebaran pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Batam Disiapkan Jadi OFC. Pemerintah berencana menjadikan Batam sebagai offshore fi nancial center (OFC). Kawasan tersebut dipertimbangkan sebagai daerah yang memungkinkan bermukimnya special purpose vehicle di dalam negeri. (BIsnis Indonesia)

Anggota ASEAN Sepakat Menekan Aktivitas Ilegal. Menteri keuangan dan gubernur bank sentral se-Asia Tenggara bersepakat untuk mendorong integrasi aktivitas ekonomi dan meningkatkan fasilitas perdagangan di kawasan lewat kerjasama perpajakan dan kepabeanan . Hal ini dilakukan guna menekan praktik-praktik kegiatan ekonomi ilegal. (Kontan)

Penggunaan Valuta Lokal Perlu Gencar. Bank Indonesia (BI) menggiatkan kerjasama penggunaan mata uang lokal dengan negara-negara tetangga. Setelah sebelumnya dengan Thailand dan Malaysia, pekan lalu, BI kembali menggandeng Bank Sentral Filipina, Banko Sentral ng Pilipinas, untuk memakai mata uang lokal dalam transaksi perdagangan alias local currency settlement (LCS) framework. (Kontan)

OJK Incar WP Kakap untuk IPO. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengincar wajib pajak (WP) badan skala besar dan debitur perbankan kakap untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. OJK Juga berniat mengalokasikan penjatahan saham IPO minimal 40% kepada investor ritel, karena meyakini investor ritel merupakan penentu masa depan industri pasar modal Indonesia. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top