Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Trayek Laut Baru Perkuat Konektivitas ke Talaud

Talaud di Sulawesi Utara merupakan wilayah paling depan yang berbatasan dengan Filipina.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 31 Maret 2019  |  19:29 WIB
6 Trayek Laut Baru Perkuat Konektivitas ke Talaud
Ilustrasi - KM Awu - Bisnis/Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Empat trayek kapal perintis dan dua trayek kapal tol laut dibuka untuk meningkatkan konektivitas ke Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah paling depan yang berbatasan dengan Filipina.

Kabupaten Kepulauan Talaud terdiri atas empat pulau berpenghuni dan empat pulau tak berpenghuni. Empat pulau tak berpenghuni mencakup Pulau Karatung, Marampit, Kakorotan, dan Miangas. Adapun empat pulau tak berpenghuni meliputi Intata, Mangupun, Garat, dan Malo. 

Trayek kapal perintis R-31 menyinggahi Bitung—Tagulandang—Kahakitang—Tahuna—Lipang—Kawaluso—Matutuang—Kawio—

Marore—Kawio—Matutuang—Kawaluso—Lipang—Tahuna—Mangaran—Melonguane—Beo—Essang—Karatung—Marampit—Karatung—Essang—Beo—Melonguane—Mangaran—Tahuna—Kahakitang—Tagulandang—Bitung. Trayek ini dilayani oleh kapal KM Sabuk Nusantara 38 berukuran 1.200 gros ton (GT) dan kapal  cadangan Coaster berukuran 1.000 DWT.

Trayek R-32 meliputi Bitung—Munte (Likupang)—Biaro—Tagulandang—Makalehi—Tahuna—Mangaran—Lirung—Rainis yang dilayani oleh kapal KM Sabuk Nusantara 51 berukuran 1.200 GT dan kapal pengganti Coaster berukuran 1.000 DWT.

Sementara itu, trayek R-33 melayari Tahuna—Mangaran—Lirung—Melonguane—Essang—Kakorotan—Karutung—Miangas—Marore—Kawio—Kawaluso—Tahuna—Kahakitang—Siau—Bitung—Siau—Makalehi—Kahakitang—Tahuna—Kawaluso—Kawio—Marore—Miangas—Karatung—Geme—Melonguane—Lirung—Mangaran—Tahuna yang dilayani dengan kapal KM Meliku Nusa berukuran 500 DWT dan kapal cadangan Coaster berukuran 500 DWT.

Adapun trayek R-34 meliputi Tahuna—Lipang—Bukide—Matutuang—Kawio—Marore—Kawio—Matutuang—Kawaluso—Lipang—Bukide—Petta—Manalu—Ngalipeng—Kalama—Kahakitang—Para—Sawang—Pehe—Makalehi—Tagulandang—Biaro—Bitung—Labuhan Uki—Amurang—Biaro—Tagulandang—Buhias—Makalehi—Pehe—Para—Kahakitang—Kalama—Ngalipaeng—Manalu—Petta—Bukide—Lipang—Tahuna yang dilayani dengan kapal KM Berkat Taloda berukuran 750 DWT dan kapal Coaster 750 DWT sebagai cadangan.

"Kapal perintis sudah sampai ke Miangas dan Karatung yang berada di sekitar Nanusa [ibukota Pulau Karatung]. Jadi, tidak benar kalau wilayah Nanusa terisolir," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko, Minggu (31/3/2019). 

Untuk angkutan barang tol laut, pemerintah membuka trayek utama H-1 dan trayek feeder T-5 untuk menjangkau Kepulauan Talaud. 

Trayek H-1 mencakup Tanjung Perak—Makassar—Bitung—Tidore—Tanjung Perak, yang dilayani oleh kapal kontainer KM Logistik Nusantara 2 berukuran 5.000 GT yang dioperatori oleh PT Pelni. Trayek T-5 melayari Bitung—Tagulandang—Tahuna—Melangoane—Miangas—Marore—Bitung yang dilayani oleh kapal KM Kendhaga Nusantara 1 yang juga dioperatori oleh PT Pelni.

Wisnu mengatakan kehadiran kapal perintis dan kapal tol laut di Kepulauan Talaud bertujuan merajut konektivitas dengan menjangkau wilayah terpencil, terdepan, tertinggal, dan perbatasan. Kemenhub juga tengah mengganti kapal perintis yang sudah ada di wilayah Sangihe dan Talaud dengan kapal baru. Kapal baru KM Sabuk Nusantara 95 dan Sabuk Nusantara 69 akan siap beroperasi dalam 2 pekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut
Editor : Demis Rizky Gosta
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top