KABAR PASAR: Garuda Ubah Pesanan, Menjaring Pajak Korporasi Multinasional

Berita mengenai kabar Boeing bersedia membuka negosiasi lanjutan untuk mengganti pesanan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta seputar pajak korporasi multinasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (29/3/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 Maret 2019 08:41 WIB
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kabar Boeing bersedia membuka negosiasi lanjutan untuk mengganti pesanan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta seputar pajak korporasi multinasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (29/3/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Garuda Ubah Pesanan. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengklaim pihak Boeing bersedia membuka negosiasi lanjutan untuk mengganti pesanan 49 unit B737 Max 8—yang menimbulkan kontroversi dalam beberapa waktu terakhir—dengan pesawat jenis lain. (Bisnis Indonesia)

Menjaring Pajak Korporasi Multinasional. Pola bisnis korporasi multinasional yang cenderung membayar pajak lebih kecil di negara tujuan telah mendorong terjadinya ketimpangan antara negara berpendapatan tinggi dan negara berpendapatan rendah. (Bisnis Indonesia)

BI Intervensi Rupiah. Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa telah turun ke pasar surat utang untuk mengawal stabilitas nilai tukar di Tanah Air yang mengalami gejolak seiring dengan sentimen perlambatan global. (Bisnis Indonesia)

Imbal Hasil SBR006 Masih di Atas Bunga Deposito. Tren laju kenaikan suku bunga kemungkinan tak berlanjut lagi tahun ini. Itu pula yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk menurunkan kupon instrumen Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006. (Kontan)

Garuda dan Sriwijaya Batalkan Pesanan Boeing. Garuda Indonesia sudah bulat membatalkan pesanan 49 unit pesawat B737 Max 8. Keputusan tersebut mempertimbangkan tingkat kepercayaan masyarakat yang kian menurun setelah dua insiden kecelakaan fatal pesawat Boeing 737 Max 8 dalam enam bulan terakhir. (Kontan)

Kawasan Berikat Semakin Memikat. Kebijakan pemerintah mendorong pengusaha memanfaatkan kawasan berikat untuk memacu ekspor membuahkan hasil positif. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat pengusaha antusias mengajukan izin kawasan berikat (KB) maupun fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Harga yang ditawarkan KB dan KITE lebih murah sehingga membuat Singapura ikut menurunkan harga. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top