Begini Cara Membuat Hunian Vertikal Makin Manusiawi

Pasar properti tak akan pernah sepi, pembangunan hotel dan apartemen yang semakin banyak, mendorong para pengembang untuk menciptakan inovasi-inovasi menarik tentang fasilitas hunian termasuk menjual ‘kenyamanan.’
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 22 Maret 2019  |  15:49 WIB
Begini Cara Membuat Hunian Vertikal Makin Manusiawi
Ilustrasi proyek pembangunan gedung bertingkat. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar properti tak akan pernah sepi, pembangunan hotel dan apartemen yang semakin banyak, mendorong para pengembang untuk menciptakan inovasi-inovasi menarik tentang fasilitas hunian termasuk menjual ‘kenyamanan.’

Termasuk salah satu hunian apartemen kelas atas Saumata, Alam Sutera, Tangerang yang memiliki konsep menarik dengan memanfaatkan sirkulasi angin dan cahaya matahari untuk mendukung tingkat kenyamanan dan kebutuhan penghuni apartemennya.

Apartemen yang di desain oleh ABoday ini menampilkan konfigurasi interlocking berulang di setiap 4 lantai dan menghasilkan bentuk bangunan yang artistik. Dengan desain inovatif dan berbagai fasilitas premium, Saumata Apartment membuktikan daya tariknya terhadap pasar dengan pencapaian penjualan sebesar 85%.

Kini, tingkat hunian Saumata Apartment mencapai 60%. Dua puluh persen penghuni adalah orang asing atau ekspatriat lebih dari 12 negara yang saat ini tinggal Saumata Apartment. Daya tarik terkuat hunian vertikal ini adalah memiliki ruang kosong yang berada di tengah bangunan untuk mengatur sirkulasi udara yang baik bagi penghuni.

Ruang kosong ini dikelilingi oleh unit-unit yang berisi tiga kamar tidur dengan konsep scandinavian. Ruang kosong ini ada dari lantai ketiga hingga lantai teratas gedung. Selain itu

tipe hanya ada two bedroom, three bedroom, penthouse, serta tree bedroom yang memiliki dua lantai ber ceiling tinggi.

Konsep awalnya, general marketing Agung Nugroho mengatakan bahwa Saumata ingin menciptakan sebuah apartemen yang bukan hanya menjadi suatu komoditas produk, tetapi juga untuk tempat tinggal yang dapat mendukung gaya hidup dan manusiawi.

“Kita memperhatikan sirkulasi udara, pencahayaan area service dan void, sehingga area ini sangat nyaman sebagai tempat tinggal, walau begitu, adanya ruang kosong di tengah gedung yang sebagai sirkulasi udara mungkin dianggap pengembang lain kurang efisien, tapi inilah yang kami tawarkan, tempat tinggal yang memiliki sirkulasi udara yang sangat baik,” ujarnya pada Kamis (21/3/2019).

Gedung yang memiliki 38 lantai ini secara desain dilihat layaknya sebuah gedung lego yang disusun rapi. di setiap bagian gedung memiliki tipe tipe yang diacak, sehingga setiap tipe unit memiliki banyak pilihan posisi unit mereka.

“Biasanya calon pembeli ada yang tidak suka tipe yang mereka inginkan berhadapan dengan matahari, mereka bisa memiliki tipe sesuai yang mereka inginkan di sisi lain gedung,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top