Peran Penting AirNav untuk Wisata Danau Toba dan Mandalika

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi AirNav sebagai BUMN penyelenggara pelayanan navigasi di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penerbangan ke Tanah Air.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  17:31 WIB
Peran Penting AirNav untuk Wisata Danau Toba dan Mandalika
Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) saat mengunjungi kantor AirNav pada Kamis (21/3/2019). - Bisnis/Yanita Petriella

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi AirNav sebagai BUMN penyelenggara pelayanan navigasi di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penerbangan ke Tanah Air. Tercatat pertumbuhan wisatawan yang datang ke Indonesia melalui transportasi udara jumlahnya sekitar 75% yang datang ke Indonesia.

Untuk itu, Arief kembali melakukan Kunjungan Kerja dalam bentuk Airlines Roadshow untuk meninjau pengembangan dengan unsur 3A (Authorities – Airports & Air Navigation-Airlines) pada 2019.  Tujuannya untuk memastikan infrastruktur pendukung siap dalam mendorong target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui jalur udara.

"Air connectivity menjadi kunci sukes dalam mendatangkan wisman. Karena 75% wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan transportasi udara, sedangkan sisanya melalui laut dan cross-border land," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/3).  

Pertumbuhan wisman naik 40% via udara pada kurun 2015-2018. Hal itu juga diperoleh sebagai hasil upaya mendorong bandara dan maskapai untuk meningkatkan kapasitasnya.

Selain juga mengingat kepadatan bandara utama yang dituju wisman maka sejak 2016 Kemenpar mendorong maskapai untuk membuka penerbangan langsung ke Secondary Airports yang sudah berstatus Bandara Internasional.

“Terima kasih kepada airlines dan airports yang telah meningkatkan international seat capacity-nya pada kurun waktu 2015—2018, sebesar 23 persen. Sehingga kunjungan wisman via udara bisa tumbuh hampir 40 persen pada kurun waktu yang sama,” kata Arief.

Tahun ini pihaknya dapat meraih 20 juta wisman. Hal itu dikarenakan program stimulus atau insentif yang disiapkan oleh Kemenpar untuk meningkatkan konektivitas udara dan kecukupan seats capacity

“Kami ingin mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan konektivitas udara, khususnya rute internasional, untuk mengamankan target 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019," tutur Arief.

Dirut AirNav Novie Riyanto memaparkan peran serta AirNav dalam mendorong peningkatan jumlah wisman yang masuk di Indonesia. 

Dia menuturkan, peningkatan pelayanan navigasi itu antara lain dilakukan di Cabang Pratama Lombok untuk menunjang pengembangan pariwisata di Mandalika.

"Untuk pengembangan pariwisata di Bromo akan dibantu dengan peningkatan runway capacity Bandara Juanda dan peningkatan instrument procedure (PBN) di Cabang Madya Surabaya," tuturnya.

Untuk pengembangan pariwisata Danau Toba, AirNav Cabang Madya Medan akan membentuk unit ATFM menggunakan aplikasi slot management CHRONOS, dan meremajakan peralatan komunikasi penerbangan.

"Di unit Siborong-borong sebagai akses utama menuju Danau Toba kami akan mengganti DVOR, membuat instrument flight, dan membangun gedung tower baru," ucap Novie. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, AirNav

Editor : Demis Rizky Gosta
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top